Ditemukan Struktur Batu Bata Merah, Area Persawahan Desa Sambungrejo Menyimpan Sejarah

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan menemukan dugaan situs bersejarah di lahan persawahan dekat makam Mbah Piyak, yang merupakan sesepuh Dusun Jetis Sambungrejo, Desa Sambangan, Babat, Lamongan. Hal ini ditandai dengan adanya struktur batu bata merah yang sudah tak beraturan.

BACA JUGA :  Perbatasan dan Jalur Tikus Bojonegoro Dijaga Ketat Petugas

“Belum bisa dipastikan sejauh mana jejak batu bata merah yang sementara, struktur permukaannya tak beraturan. Kami ambil satu buah sampel batu bata merah,” tutur Kasi Museum Sejarah dan Purbakala Disparbud Lamongan, Edi Suprapto, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, untuk kedalaman dan luas struktur batu bata juga belum bisa diketahui. Karena butuh proses penelitian dan penggalian serta ekskavasi lebih lanjut.

“sampel batu bata merah akan dikaji di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim,” paparnya.

Edy menceritakan, mulanya struktur batu bata merah itu ditemukan beberapa hari lalu oleh warga saat hendak melakukan normalisasi Kali Moropelang – Bulumargi, Babat. Saat itu pihak pelaksana diminta untuk melakukan pengurugan lokasi makam Mbah Piyak.

Kasun (Kepala Dusun) Jetis Sambungrejo Harmuji mengatakan, saat itu pihak pelaksana mengambil tanah di sebelah selatan makam Mbah Piyak. Tanpa disengaja ternyata alat berat proyek menyantap batu bata merah tersebut di kedalaman 50 centimeter dari atas permukaan tanah.

“Lalu kami laporkan ke Disparbud temuan itu,” ujarnya.

Saat diteliti, ukuran masing-masing batu bata merah itu diperkirakan memiliki panjang 28 centimeter, lebar 20 centimeter dan tebal 8 centimeter.

“Struktur batu bata merah yang terlihat melebar sekitar hanya di permukaannya,” papar Edy. (nul)