Dispendik Jatim Jamin Tidak Ada Praktik Politik Praktis Melibatkan Sekolah

Reporter : Redaksi - klikjatim

Sekretaris Dinas Pendidikan Jatim, Ramliyanto. (Niam Kurniawan/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Surabaya – Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim siap pasang badan jika ditemukan ada Aparatur Sipil Negara (ASN) intansinya yang terlibat politik praktis. Hal ini diungkapkan Sekertaris Dispendik Jatim menanggapi tuduhan keterlibatan SMAN 4 Surabaya yang mengundang salah satu Cawali Surabaya.

BACA JUGA :  Gandeng 6 BUMDes Semen Gresik Dirikan Perusahaan Patungan

“Bila ada ASN kita yang akan melakukan pelanggaran, kita akan hentikan,” ucap Sekertaris Dispendik Jatim, Ramliyanto kepada Klikjatim.com di Surabaya, Selasa (11/2/2020).

Sebelumnya, ratusan massa dari PMII Surabaya menggeruduk kantor Dispendik Jatim di Jalan Genteng kali Surabaya. Mereka menuntut ASN di lingkungan Dispendik Jatim harus netral dari politik.

Melihat hal itu, Ramli menyebut, tuntutan yang dilakukan oleh PMII itu Absurd. Pasalnya, surat edaran yang disebutkan dalam tuntutan mahasiswa itu telah direvisi oleh pihak SMAN 4 Surabaya. Narasumber acara yang ternyata Cawali Surabaya telah diganti oleh motivator yang lain dengan nama Bagoes Sanyoto. Begitupun dengan surat edarannya yang telah direvisi sejak 27 Januari alias 5 hari sebelum kegiatan berlangsung.

“Sudah diubah, itu sebelum kegiatannya berlangsung. Akhirnya tidak jadi pakai motivator tersebut. Bahkan yang bersangkutan (Kepala Sekolah SMAN 4) sudah dipanggil oleh Kepala Cabang Dinas Surabaya-Sidoarjo, Pak Karyanto,”terangnya.

Ramli juga mengatakan, Kepala SMAN 4 Surabaya juga tidak menyadari bila motivator yang mereka pilih sebelumnya merupakan bakal calon di Pilwali Surabaya 2020.

“Mereka tahunya, beliau seorang motivator. Tapi sudah diganti motivatornya, akhirnya pakai Pak Bagoes Sanyoto dan surat edarannya direvisi sejak 27 Januari alias 5 hari sebelum kegiatan berlangsung,” jelasnya.

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah Serahkan BLT kepada Bupati Blitar

Meski demikian, Ramli mengaku tetap mengapresiasi gerakan Mahasiswa tersebut. Melihat pengawasan yang dilakukan kepada jajaran pemerintah terlihat nyata.

“Apresiasi untuk teman-teman PMII yang sudah mengingatkan hal tersebut, menegakkan netralitas dalam sekolah. Pak Kadis (Wachid Wahyudi) telah menegaskan jangan ada ASN main-main dengan hal tersebut,” ucapnya. (nk/bro)