Direkam Saat Karaoke Bersama Wanita, Dua Warga Jombang Main Hajar

Reporter : May Aini L.A - klikjatim.com

Tersangka STJ dan SG telah diamankan oleh polisi. (May/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jombang – Pelaku kasus pengeroyokan di sebuah warung karaoke di Kabupaten Jombang, akhirnya diringkus jajaran Satreskrim Polres setempat. Itu setelah dua orang pelaku yang sempat melarikan diri selama dua bulan tersebut tertangkap pada Selasa pekan lalu.  

Kedua pelaku yang sekarang ditetapkan sebagai tersangka adalah STJ (49), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto dan SG (49), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Penangkapan terhadap tersangka oleh Anggota Unit Reskrim Polsek Jombang berlangsung di rumah masing masing tanpa perlawanan.

“Kedua pelaku kita tangkap tanggal 13 September lalu,” kata Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat melalui Kasi Humas IPTU Qoyum Mahmudi.

Lebih lanjut IPTU Qoyum menjelaskan, kasus pengeroyokan ini sesuai laporan korban Hadisono (54), warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang. Korban mengaku dihajar oleh kedua tersangka pada bulan Juli 2022 kemarrin.

Kronologis kejadiannya, saat itu korban datang ke warung kopi (warkop) di halaman Dekopinda Jombang tepatnya di Jalan K.H Hasyim Asyari, Kaliwungu, Jombang Kota. “Saat itu, dia (korban) melihat dua pelaku ini bersama temannya sedang karaoke ditemani seorang wanita pemandu,” ujarnya.

Peristiwa karaoke tersebut pun sempat direkam oleh korban Hadisono. Tapi pelaku merasa privasinya terganggu, sehingga mereka berdua dengan ditemani dua orang lainnya telah menghampiri korban.

Kata Qoyum, mereka sempat menanyakan maksud korban Hadisono yang telah merekam aksi karaoke bersama seorang wanita tersebut. “Korban sempat mengelak, para pelaku juga kembali ke tempatnya dan meneruskan bernyanyi,” lanjutnya.

Setelah bernyanyi, ternyata tersangka STJ dan SG kembali mendatangi korban. Dan menyeret korban dengan menarik bajunya, lalu menghajar Hadisono hingga babak belur.

Korban telah dikeroyok dengan pukulan tangan, tendangan hingga pukulan batu. Aksi pengeroyokan ini akhirnya berhenti setelah ada warga yang melerai. “Korban mengalami luka pada kepala, wajah dan tangan akibat pengeroyokan itu,” ujar mantan Waka Polsek Kabuh ini.

Atas kasus ini, tersangka dijerat sesuai Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. (nul)