Dipanggil Komisi C Soal Jembatan Joyoboyo, Kontraktor dan Tim Ahli ITS Mangkir

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono. (Hilmi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Komisi C DPRD Kota Surabaya batal melaksanakan hearing tentang progres jembatan Joyoboyo. Pasalnya dari pihak kontraktor dan tim ahli tak memenuhi panggilan wakil rakyat.

BACA JUGA :  Satu PDP Baru Bojonegoro Ada di Kecamatan Gondang

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono mengaku kecewa kepada pihak yang tidak hadir dalam undangan hearing tersebut. Padahal pihaknya ingin mengetahui kekuatan dan hasil uji kelayakan. Sebab pengujian seharusnya dilakukan di berbagai cuaca.

“Tapi malah tidak datang. Kita ingin pendapat seperti itu dari kontraktor dan penguji. Karena banyak jembatan Nasional yang tergerus arus, akhirnya goyang. Jangan sampai sebelum diresmikan sudah goyang dan merugikan warga,” kata Baktiono, Rabu (3/3/2021).

Dia pun menyayangkan pihak kontraktor dan Tim Ahli Peneliti ITS yang tidak mengkonfirmasi terkait ketidakhadiran mereka. Karena pelaksanaan uji kelayakan tidak dilaporkan. Malahan dirinya mengaku tahu dari media massa.

“Hasil uji kelayakan kami tahu dari media massa dan tidak dapat laporan. Kami ingin tahu supaya difungsikan, maka dari itu kita undang mereka. Misal ini tidak layak, nah itu bisa dibetulkan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati mengungkapkan bahwa kontraktor telah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya, sisa pembayaran sebesar Rp 4 miliar belum dibayarkan dan harus diperiksa inspektorat.

“Untuk peresmian bisa diusulkan, tergantung Pak Wali mau menyelesaikan secara teknis. Untuk biaya perawatan Jembatan juga masih ditanggung mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada Minggu (28/2/2021) mengatakan, bahwa Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan sudah siap meresmikan. “Tapi kita harus bayar termin terakhirnya pada pemeliharaannya. Saya sudah sampaikan ke Bu Erna segera dicairkan bulan ini, sehingga bulan depan bisa diresmikan terkait Jembatan Joyoboyo,” tandasnya. (nul)