Dinkes Tulungagung Sebut Pemalsuan Oksigen Sebagai Kejahatan yang Membahayakan Nyawa

Reporter : Iman - klikjatim.com

Kapolres Nganjuk saat meninjau rencana tempat isolasi bersama Forpimda

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Peredaran oksigen palsu yang didapati oleh komunitas pembudidaya ikan Koi di Tulungagung, pada Selasa (120/07) kemarin menarik perhatian sejumlah pihak termasuk Dinas Kesehatan Tulungagung.

BACA JUGA :  Semua Tamu UN Habitat di Surabaya Diswab Tes Sejak dari Bandara

Dinas Kesehatan bersama dengan Polres Tulungagung menjadi dua instansi yang intens melakukan pemantauan dan pemeriksaan ketersediaan Oksigen di Tulungagung selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai peredaran oksigen palsu tersebut.

“Saya baru dengar ini mas,”ujarnya pada Rabu (21/07).

Namun pihakya menyebut, jika benar itu terjadi maka Masduki tak ragu lagi menyebut tindakan tersebut sebagai sebuah kejahatan.

Karena aksi tersebut bisa membahayakan nyawa pasien Covid-19, bahkan resiko kematian sudah ada di depan mata.

“Kalau seperti itu sudah masuk kategori kejahatan mas, karena kalau dipakai oleh pasien Covid-19, itu bisa meninggal pasiennya,” ucapnya.

Pihaknya mengakui, bukan perkara mudah membedakan tabung berisi oksigen atau bukan, jika dilakukan secara mata telanjang tanpa menggunakan alat pengukur saturasi oksigen.

Oleh seba itu, pihaknya menyarankan agar masyarakat membeli oksigen medis dari agen resmi saja, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

“Sebaiknya belinya di agen resmi saja, lebih aman bagi masyarakat,”ucapnya.

Sementara itu, pembudidaya ikan koi, Alipin mengatakan, salah satu cara cepat yang bisa dilakukan untuk membedakan tabung berisi oksigen atau bukan adalah dengan merasakan suhu permukaan tabung.

Suhu permukaan tabung berisi oksigen cenderung lebih dingin, dibandingkan dengan tabung berisi gas lain.

“Biasaya permukaan nya ini basah karena lebih dingin saat disentuh, kalau isinya udara biasa ya biasa saja, malah terasa hangat,”ungkapnya.

Begitu juga saat dirasakan ketika dibuka bagian kran pengatur dibuka, tabung berisi oksigen akan terasa lebih segar sedangkan tabung berisi udara biasa akan terasa biasa saja, tidak lebih segar.

“Kalau oksigen itu pas dibuka rasanya segar, kalau udara biasa ya ndak ada rasanya,” terang Alipin. (bro)