Dijanjikan Pekerjaan LC, 6 Anak di Bawah Umur Malah Dijerumuskan Sebagai PSK di Lumajang

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

Tersangka saat diamankan Polda Jatim. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur meringkus satu orang tersangka tindak pidana perdagangan orang. Ia adalah NS alias mami Ambar, (41) warga Suko RT 03/ RW 02, Kelurahan Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

BACA JUGA :  Tekan Penyebaran Covid-19, Aliansi Wartawan Surabaya Dukung Vaksinasi di Jatim

Korbannya sebanyak 29 perempuan. 23 di antaranya perempuan dewasa dan 6 masih di bawah umur.

Peristiwa penangkapan ini terjadi di Wisma Penantian Dusun Suko, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, pada 16 November 2021 sekira pukul 00.30 WIB. Aksinya ini sudah beroperasi sejak dua tahun lalu.

“Modusnya, tersangka menawarkan pekerjaan melalui akun media sosial (Facebook) kepada korban dijanjikan akan dijadikan LC (pemandu lagu) di Pulau Bali dengan gaji yang besar Rp10 sampai Rp15 juta per bulan,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (25/11/2021).

Janji tersangka itu membuat korban yang datang dari berbagai daerah tertarik. Korbannya mulai dari Bandung, Lampung maupun Jakarta.

Setibanya di Lumajang, para perempuan itu justru dijerumuskan menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Mereka dipekerjakan di rumah Mami Ambar dengan tarif Rp200 ribu.

“Kronologisnya, pada tanggal 15 November 2021 sekira pukul 09.00 WIB. Korban inisial TR kabur melompat tembok belakang rumah mami Ambar. Yang membuat sekujur tubuh mengalami luka, saat berhasil kabur korban menelefon travel,” jelasnya.

Korban pun pergi ke arah Surabaya dan meminta bantuan warga. Lalu, korban diantarkan oleh warga untuk melapor ke Polrestabes Surabaya.

Anggota dari Polrestabes Surabaya langsung koordinasi dengan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. “Setelah menerima laporan, tim bergerak cepat memburu tersangka. Tim berangkat ke Lumajang untuk melakukan penangkapan kepada Mami Ambar. Pada tanggal 15 November 2021, pukul 22.00 WIB, anggota bersama korban menuju ke rumahnya dan pada tanggal 16 November 2021, pukul 00.30 WIB, mengamankan tersangka,” tandasnya.

Menurutnya, anggota juga melakukan penggeledahan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ternyata di rumah border itu ditemukan 29 perempuan yang dipekerjakan sebagai PSK.

Dari hasil pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain uang tunai Rp5.670.000, satu buah buku tamu, satu box kondom, 10 kondom bekas pakai, empat buah pelumas, enam lembar legalisir KK (terkait dengan anak di bawah umur) dan satu unit mobil Luxio Nopol B 1175 CYB.

Sementara terhadap 6 (enam) PSK di bawah umur saat ini berada di Shelter PPT Provinsi Jawa Timur yang berada di lingkup Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, untuk menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan.

Sedangkan 23 PSK dewasa saat ini berada di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri untuk menjalani pembinaan.

Atas kasus ini, tersangka dijerat Pasal 2 Jouncto Pasal 17 dan atau Pasal 12 Undang-undang RI Nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau paling singkat 3 tahun dan denda Rp120 juta atau paling banyak Rp600 juta. (nul)