Diingatkan Tetangga Jangan Putar Musik Keras, Pria Ini Main Bacok, Akhirnya Dijemput Polisi

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Ilustrasi

KLIKJATIM.Com | Probolinggo – Bertetangga itu ibarat saudara sendiri tolong menolong dan saling hormati. Namun upah Slamet warga Kelurahan Kanigaran Kabupaten Probolinggo ini jauh dari kata hormat. Ditegur tetangga agar tidak membunyikan musik terlalu keras di malam hari malah main bacok. Kini urusannya ditangani polisi.

BACA JUGA :  Gak Usah Ke Tretes Hari Ini, Polisi Tutup Akses Menuju Prigen Mulai Pukul 20.00

Korban arogasi tetangga somplak ini adalah  Rudianto (41) yang mengalami luka bacok di tangan kirinya. Korban Rudianto dan pelaku Slamet sebenarnya bertetangga. Mereka sama-sama warga RT 6/RW 7, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Malam itu, Rudianto mengingatkan pelaku Slamet agar tidak menghidupkan sound system dengan keras. Namun Slamet emosi dan membacok korban.Menurut Ketua RT 6,  Rohman,  selama ini Slamet memang menjadi omongan warga setempat. Tingkahnya meresahkan dan membuat warga merasa tidak nyaman. Salah satunya karena Slamet sering memutar musik dengan sound system yang keras pada malam hari.

“Warga sini memang nggak ada yang suka sama dia (Slamet, Red), orangnya angko. Dia sering menghidupkan sound system dengan keras pada malam hari. Kadang sampai pukul 00.00. Kalau ditegur marah-marah,” kata pria yang juga adik korbaan

Lalu Rabu (20/1), sekitar pukul 22.00, pelaku Slamet kembali membunyikan sound system dengan keras. Saat itulah, tiba-tiba ada yang melempar genting rumahnya. Akhirnya, pelaku Slamet keluar dengan membawa sebilah celurit. Ia ke belakang rumahnya untuk mencari orang yang melempar batu ke gentingnya.

“Jadi katanya (Slamet) ada yang melempar genting rumahnya. Tapi kan belum tentu juga ada yang melempar. Bisa jadi suara buah jatuh atau apalah. Soalnya kan orangnya (si pelempar) saat dicari juga tidak ada,” kata Rohman.

Saat itu Rizma Wati, adik iparnya berada di depan rumahnya sedang melihat HP miliknya. Dia sedang menunggu Eko Lesmono, suaminya berangkat kerja.

“Jadi, Rizma Wati ini menunggui motor suaminya yang hendak berangkat kerja, masuk malam. Dia sambil main HP. Jarak rumah Slamet dan Rizma bersebelahan, kurang dari 10 meter,” tambahnya.

Melihat Rizma ada di teras rumah, pelaku langsung mendatangi sembari membawa sebilah celurit. Celurit itu diacungkan ke Rizma. Pelaku menduga, Rizma yang melempar batu ke genting rumahnya. “Jadi celuritnya diacungkan ke adik ipar saya dan bilang riah se nyampat (ini yang melempar). Saat itu suami Rizma sedang di dalam rumah bersiap berangkat,” tambahnya.

Di saat yang sama, korban mendengar suara keributan antara pelaku dengan Rizma. Saat keluar, korban melihat Rizma diacungi celurit oleh pelaku. Korban pun merekam aksi itu dengan HP yang dibawanya.

“Kakak (korban, Red) saya bilang, kalau kamu begitu (bawa dan mengancam dengan celurit, Red) kamu bisa kena hukuman,” kata kakak saya sembari merekam.

Rupanya, pelaku tak terima direkam. Pelaku pun langsung membacok korban. Korban menangkis bacokan itu dengan tangan kirinya. Akibatnya, tangan kirinya alami luka menganga.

“Jadi kakak saya menahan bacokan dengan tangan kiri. Lalu celuritnya direbut oleh kakak saya dan kakak saya lari. Sementara Slamet kembali pulang ke rumahnya,” tambahnya.

Melihat kejadian itu, warga pun menghubungi Babinsa dan petugas kepolisian. “Slamet langsung dijemput petugas. Sementara kakak saya langsung dilarikan ke rumah sakit malam itu juga. Saat ini kakak saya akan operasi,” tutur Rohman, Kamis (21/1) pagi.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi menyebut, pelaku terancam pasal 351 ayat (2) KHUP dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/1951. “Terduga yang membawa sajam terancam kurungan sekitar 5 tahun penjara,” tandas Iptu Mugi. (hen)