Digugat ‘Cah Jonegoro’ KPK Mangkir Lagi

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Suasana ruang sidang gugatan PI Blok di PN Bojonegoro. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mangkir dari sidang gugatan class action (perbuatan melawan hukum) terkait participacing interest (PI) atau penyertaan modal Blok Cepu. Akibat KPK mangkir, sidang gugatan ini kembali ditundak untuk kedua kalinya.

Gugatan ini dilayangkan Agus Susanto Rismanto, seorang pengacara yang mengatasnamakan diri mewakili masyarakat Bojonegoro. Sidang gugatanyang digelar di PN Bojonegoro itu telah dua kali ditunda. Alasannya sama, tergugat dan turut tergugat tak hadir dalam sidang dengan agenda menghadirkan para tergugat.

BACA JUGA :  3.000 Vaksin Datang ke Gresik dan Siap Disuntikkan

Dalam gugatan ini, Agus yang juga mantan anggota DPRD Bojonegoro menggugat Pemkab Bojonegoro sebagai tergugat I, DPRD Bojonegoro sebagai turut tergugat I. Kemudian sebagai tergugat II BUMD Bojonegoro PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), dan turut tergugat II KPK RI. Selanjutnya PT Surya Energi Raya (SER) sebagai tergugat III. Di sidang yang kedua ini, KPK RI sebagai turut tergugat II tak menghadiri undangan Majelis Hakim PN Bojonegoro.

Sidang gugatan ini di pimpin Ketua Majelis Hakim Salman Alfarasi dengan dua hakim anggota Isdariyanto dan Ainun Arifin, Selasa (25/8/2020). Salman mengatakan, sidang harus ditunda karena pihak turut tergugat KPK RI tidak hadir.

“Sidang akan di agendakan pada persidangan ketiga, Selasa (15/9/2020) mendatang,” ungkap Salman Alfarasi.

Humas PN Bojonegoro Isdarianto menambahkan, sidang dengan agenda menghadirkan para tergugat akan dijadwalkan lagi untuk yang ketiga kalinya. Jika tergugat tidak hadir lagi, maka sidang akan tetap dilanjutkan. Sedangkan tergugat yang tidak hadir dianggap telah melepaskan haknya untuk mepertahankan diri di pengadilan. Sementara, menurut Isdarianto, ketidakhadiran KPK RI dalam persidangan ini juga tidak ada konfirmasi.

“Tidak ada konfirmasi dari KPK RI tidak hadir di persidangan,” kata Isdarianto.

BACA JUGA :  Bagian dari Premanisme, 10 Jukir Liar di Lamongan Diamankan Polisi

Selaku penggugat, Agus Rismanto menyayangkan tidak hadirya KPK RI. Mestinya, kata pria yang akrab disapa Gus Ris, sebagai lembaga penegak hukum KPK memberikan contoh kepada lembaga lainnya untuk taat dan patuh atas proses penegakan hukum.

“Tidak tahu kenapa tidak hadir, apakah surat panggilan yang belum sampai atau bagaimana. Seharusnya KPK memberi contoh yang baik,” tuturnya. (mkr)