Di Surabaya 308 Anak Muda Terjaring Razia Covid-19, Sampel yang Diperiksa Lendir Bukan Darah

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

Seorang perempuan muda tengah didata sebelum menjani rapid tes. Hilmi/Klikjatim.com

KLIKJATIM.com | Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gencar melakukan rapid tes dan swab di titik keramaian. Ini untuk menekan  penyebaran virus Covid-19. Seperti di Cafe Jalan Ketabang Kali, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jum’at 25 September malam. Ratusan anak muda terjaring. 

BACA JUGA :  Pemkot Surabaya Tangkis Soal Banyaknya Aduan Bansos ke KPK

Saat itu puluhan anak muda yang sedang nongkrong dan sebagian tidak menghiraukan protokol kesehatan. Akibatnya, Pemkot beserta timnya langsung adakan Rapid Test massal di lokasi tersebut.  “Kita melaksanakan rapid tes on the spot ini hari yang keempat. Jadi sasaran kita ini Ketabang Kali karena di lokasi ini memang tempat berukumpul atau nongkrongnya anak-anak muda,” kata selaku Kasatpol PP Surabaya, Eddy Christijanto Jumat (25/9/2020).

Eddy juga mengatakan kalau rapidtTest kali ini berbeda dengan sebelumnya. Petugas menggunakan rapid test jenis antigen, dimana yang diambil adalah lendirnya bukan darah. Jadi  hampir sama dengan swab test. ” Hasilnya bisa diketahui setelah 30, menit,” tambahnya.

Pada rapid tes tersebut ada  308 orang yang terjaring. Bagi yang kedapatan reaktif dibawa  untuk menjalani isolasi. Jika warga Asli Surabaya di larikan ke Asrama haji yang sudah disediakan Pemkot Surabaya. Dan yang warga non Surabaya di larikan ke RS Lapangan milik Pemprov Jatim. Sementara untuk warga yang mendapat hasil nonreaktif diperbolehkan pulang serta di berikan himbauan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. (rtn)