Dewan Sebut Insentif Nakes di Gresik yang Ditugaskan Menangani Covid-19 Masih Tertunggak Rp8 Miliar

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Komisi IV DPRD Gresik menyebut Pemkab Gresik masih memiliki hutang kepada tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas dalam penanganan Covid-19. Tak tanggung-tanggung, nilai insentif Nakes yang tertunggak tersebut mencapai Rp8 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad menegaskan, pihaknya mendesak agar pembayaran insentif tenaga kesehatan tersebut harus dimasukkan dalam R-APBD 2024.

“Pasalnya, para Nakes itu telah bekerja dengan resiko tinggi, kasihan kalau belum dibayar insentifnya,” kata dia.

Anggota Komisi IV DPRD Gresik Busami Hazim menerangkan, hutang insentif Nakes yang belum terbayarkan tersebut terungkap dalam rapat pembahasan anggaran antara Komisi IV DPRD Gresik dengan Dinas Kesehatan pada Senin 23 Oktober tahun lalu.

“Pertama ditanyakan oleh Ketua Komisi IV, dan dibenarkan kepala Dinas Kesehatan,” kata Bustami.

Nah, Bustami pun menanyakan hal tersebut kepada Nakes di Puskesmas Sangkapura, dan memang para nakes disana yang ditugaskan dalam penanganan Covid-19 masih belum dibayarkan insentifnya dari bulan Maret hingga Desember 2022.

“Di Sangkapura memang para Nakes bilang belum terbayarkan insentifnya dari Maret sampai Desember 2022. Dan kemungkinan Nakes di Puskesmas lain dan RSUD juga sama, belum dibayar,” imbuh dia.

Baca juga: DPRD Gresik Komitmen Kawal Dana Bosda dan BPPDGS Tahun Ini

Bustami mengetengahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) belum membeberkan data rinci berapa jumlah Nakes yang insentifnya belum dibayar. Namun perkiraan nilai hutang insentif tersebut sebesar Rp8 miliar.

“Juga belum membeberkan data dari bulan dan tahun berapa insentif Nakes yang belum dibayar itu,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr. Soni membenarkan hal tersebut, para Nakes di RSUD Ibnu Sina memang belum menerima insentif terkait penugasan penanganan Covid-19 pada tahun 2022.

“Kayaknya bukan hanya Nakes RSUD Ibnu Sina, Puskesmas juga sama, belum dianggarkan oleh Dinas Kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik dr. Mukhibatul Khusnah saat dikonfirmasi belum memberikan data terang. Dia berkilah masih rapat dan tidak bisa mengangkat telepon. (qom)