Desa Mangrove Binaan PGN Saka Diusulkan Menjadi Situs Ramsar Dunia

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Keberlanjutan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka) kepada masyarakat wilayah operasinya di Ujungpangkah mendapat apresiasi dari Kemneterian Lingkungan Hiduo dan Kehutanan

KLIKJATIM.Com | Gresik – Keberlanjutan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka) kepada masyarakat wilayah operasinya di Ujungpangkah perlahan mulai mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Salahsatunya dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 

Wujud dari pengakuan tersebut salahsatunya menjadikan Banyuurip Mangrove Centre (BMC) sebagai lokasi puncak peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2021 atau yang populer dengan World Wetlands Day, sekaligus mengusulkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah menjadi Situs Ramsar Dunia pada Rabu (2/6/2021). Ini merupakan pertama kalinya di Indonesia bahwa kawasan yang berada di luar kawasan konservasi diusulkan menjadi situs yang diakui secara internasional. Diketahui, Situs Ramsar merupakan kawasan yang ditetapkan untuk melindungi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia. Situs ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap Konvensi Ramsar yang mengikat untuk konservasi dam pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

 

Hari Lahan Basah Sedunia diperingati setiap tanggal 2 Februari, untuk tahun ini puncak peringatan diselenggarakan di KEE Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. KEE Ujungpangkah secara administratif berada di 3 desa wilayah ring satu operasional Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) yaitu Desa Banyuurip, Desa Pangkahkulon dan Desa Pangkahwetan. 

KEE Ujung Pangkah menjadi ekosistem bagi sejumlah biota dan mahluk hidup

 

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia merupakan upaya pemerintah mensosialisasikan pengelolaan lahan basah sebagai penyangga kehidupan kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat. Selanjutnya, meningkatkan pemahaman atas nilai dan fungsi penting lahan basah di Indonesia sebagai ekosistem penting. Lahan basah juga berperan besar dalam pembangunan lingkungan untuk menopang ketahanan pangan dan penyedia jasa lingkungan.

 

Sejak 2014, PGN Saka bersama beberapa pihak lain melakukan pemulihan dan perluasan mangrove di Kecamatan Ujungpangkah. Gugusan mangrove di Desa Pangkahwetan, Pangkahkulon, dan Banyuurip sendiri saat ini telah ditetapkan oleh Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Pemprov Jatim melalui SK Gubernur Jawa Timur No: 188/233/KPTS/013/2020. Area ini seluas 1.554,27 H. 

 

Direktur Jenderal KSDAE, IR. Wiratno saat berada di KEE Ujungpangkah di muara Sungai Bengawan Solo

Direktur Jenderal KSDAE, IR. Wiratno mengatakan KEE Ujungpangkah merupakan muara Sungai Bengawan Solo, sehingga lokasi ini kaya dengan sumber daya alam yang penting bagi sejumlah jenis burung air maupun biota laut. “KEE Ujungpangkah kaya akan sumber pakan baik bagi burung maupun biota laut, selain itu juga memiliki potensi keanekaragaman hayati yang melimpah seperti 17 jenis mangrove, 72 jenis burung baik penetap maupun burung migran seperti Pelikan Australia”. Terangnya.

 

BACA JUGA :  Nenek Penjual Alat Sekolah Ditemukan Tewas di Tokonya

Peringatan Hari Lahan Basah tahun 2021 dilaksanakan melalui beberapa rangkaian kegiatan antara lain penyusunan dokumen usulan KEE sebagai Situs Ramsar. Dalam kesempatan ini, juga ada pelepasliaran burung ke habitat alaminya di KEE Mangrove Ujungpangkah sejumlah 25 ekor yaitu burung Kowak malam kelabu (Nycticorax nycticorax) sebanyak 10 ekor dan Ibis putih kepala hitam sebanyak 15 ekor.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lahan basah, meningkatkan peran aktif Pemda dan para pihak dalam bidang konservasi lahan basah,” lanjut Wiratno.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Najikh mengungkapkan pemerintah daerah terus mendorong agar KEE Ujungpangkah bisa menjadi bagian penting dalam pelestarian hayati yang ada di Indonesia karena mampu mengeliminir polusi Kota Pudak sebagai Kota Industri. Meski aktivitas pabrik yang menghasilkan karbondioksida tinggi, KEE ini menjadi penyeimbang.

“Tentu kami bangga dengan dipilihnya Ujungpangkah sebagai kawasan ekosistem essensial. Semoga bermanfaat. Kami tentu mendukung. Untuk itu silakan investasi sebesar-sebarnya di Gresik. Karena kehadiran KEE Ujungpangkah menghasilkan oksigen sehat sebagai penyeimbang karbondioksida pabrik,” ucap Najikh.

External and Government Relation PGN Saka Subali mengatakan, komitmen PGN Saka dalam aktivitas usaha berwawasan lingkungan tak perlu diragukan lagi, pasalnya pihaknya selalu menerapkan program yang berintegrasi ekonomi, ekologi dan sosial budaya dalam kegiatan usahanya. “Jadi tidak hanya profit oriented, namun kita punya kesadaran penuh dan bertanggungjawab atas keberlanjutan lingkungan hidup,” tuturnya.

KEE Ujungpangkah merupakan muara Sungai Bengawan Solo, sehingga lokasi ini kaya dengan sumber daya alam yang penting bagi sejumlah jenis burung air maupun biota laut

 

Pada bagian lain, penanggung jawab program CSR PGN SAKA, Endro Probo menuturkan terpilihnya KEE Ujungpangkah di Desa Banyuurip, Pangkahkulon dan Pangkahwetan sebagai situs Ramsar dunia menunjukkan pengakuan dari pihak luar atas pendampingan PGN SAKA terhadap masyakat sekitar wilayah operasi di Ujungpangkah.

“PGN SAKA senantiasa berkomitmen memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar melalui program pengembangan masyarakat, harapannya seluruh elemen masyarakat khususnya nelayan bisa memahami pentingnya menjaga lingkungan.  kata Endro.

 

Sebagai industri hulu migas, PGN Saka memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat, selain tanggung jawab lingkungan. Karena itu selain berkontribusi dalam konservasi mangrove, PGN Saka senantiasa berkomitmen untuk menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat setempat.  (ris)