Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Petrokimia Gresik Gelar Emergency Response Competition

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Salah satu tim peserta lomba Emergency Response Competition yang digelar oleh Petrokimia Gresik. (ist/Humas Petrokimia Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Petrokimia Gresik (PG) terus meningkatkan kewaspadaan dan keamanan dalam penanganan keadaan darurat melalui berbagai cara. Bertepatan dalam rangka peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2020 ini, PG anggota holding Pupuk Indonesia telah menggelar Emergency Response Competition (ERC) atau lomba penanganan keadaan darurat di Gresik, Senin (10/2/2020) kemarin.

Direktur Produksi Petrokimia Gresik, I Ketut Rusnaya mengatakan, kegiatan ini melibatkan karyawan serta anak perusahaan, yayasan Petrokimia Gresik, perusahaan sekitar, rekanan, mitra hingga kontraktor yang sedang bekerja di PG. “Jumlah peserta lomba mencapai 72 regu atau melibatkan sekitar 648 personil, yaitu sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar Ketut, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, lomba tahunan ini merupakan langkah manajemen perusahaan untuk melihat kesiapan dan keterampilan saat menghadapi kondisi darurat. Dengan tujuan mencegah terjadinya kerugian terhadap sumber daya dan properti di Petrokimia Gresik.

BACA JUGA :  Gebyar Promosi Berhadiah, Sukses Tingkatkan Penyerapan Petroganik 5,32 Persen di Sembilan Kabupaten

Keterampilan ini sangat penting. Apalagi Petrokimia Gresik adalah salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas), yang memiliki 31 pabrik dengan kapasitas produksi per tahun 8,9 juta ton pupuk dan non-pupuk serta menempati areal lahan seluas lebih dari 450 hektar.

Selain itu sebagai perusahaan solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan, PG juga memiliki pelayanan dan produk yang cukup lengkap. Mulai dari benih, pupuk dengan beragam formula, pengendalian hama, probiotik, dekomposer, dan sebagainya.

“Oleh karena itu aspek K3 menjadi sangat penting dalam menjalankan bisnis atau industri dengan kompleksitas tinggi seperti di Petrokimia Gresik,” jelas Ketut.

Selain ERC, peringatan bulan K3 Nasional ini juga diramaikan dengan beragam lomba. Mulai dari fotografi, poster digital dan safety idea. Semuanya mengambil tema tentang K3.

BACA JUGA :  Majalah GEMA Petrokimia Menuju Transformasi Jurnalisme Korporasi

“Dalam rangkaian program ini kami juga menggelar lomba K3 khusus untuk masyarakat desa dan kelurahan di sekitar perusahaan,” tambah Ketut.

Adapun program ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif perusahaan, dalam rangka mewujudkan kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya K3. Diharapkan seluruh karyawan, rekanan, mitra kerja hingga masyarakat sekitar memiliki pengetahuan dan keterampilan cukup ketika menghadapi keadaan darurat.

“Harapannya seluruh potensi bahaya yang ada di lingkungan sekitar benar-benar bisa terkontrol. Sehingga kalau terjadi keadaan darurat, kita mampu menanganinya dan mencegah risiko yang lebih besar,” pungkasnya. (nul/rtn)