Dear Pemerintah….Jika Tahun Depan Masih Dilarang Mudik, Ya Jadi Bang Toyib!

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Suasana ruang tunggu penumpang di Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kebijakan larangan mudik saat momen lebaran Idul Fitri 2021 disesalkan banyak pihak. Di antaranya dari organisasi angkutan darat (Organda) Jatim, Senin (3/5/2021).

BACA JUGA :  Tahun 2020, Kunker DPRD Lamongan Bakal Telan Anggaran Rp 47 Miliar

Sebab peraturan larangan mudik itu dinilai sangat memberatkan. Meski begitu, tapi Organda Jatim sendiri mengaku akan tetap mematuhi kebijakan pemerintah.

“Tapi karena kita patuh dengan apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Kita harus ikuti walaupun sangat memberatkan,” ujar Wakil Ketua Organda Jatim, Firmansyah Mustafa.

Seharusnya, lanjut Firman, pemerintah memiliki cara lain dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di momen lebaran. Misalkan dengan pengetatan penumpang. Selain dengan prokes, juga menerapkan tes kesehatan.

“Calon penumpang tes kesehatan misal dengan GeNose. Ini tahun kedua kami mengalami hal seperti ini. Kalau sampai tahun depan gini, bang toyib lah,” katanya.

Dia mengungkapkan, jumlah penumpang sangat berpengaruh akibat pengetatan pada 22 April sampai 5 Mei 2021. Karena pengetatan ini dinilai sebagai cara menakut-nakuti penumpang.

“Jadi sudah dikasi woro-woro dilarang mudik. Sudah sepi sekali. Berpengaruh,” keluhnya.

Padahal, awalnya mudik lebih dulu itu tidak dilarang. “Itu boleh, tapi dengan catatan harus memenuhi ketentuan yang diberikan pemerintah. Misal siapa yang boleh dan tidak,” terang dia.

Dia juga menyayangkan saat transportasi dilarang bergerak, tempat wisata justru dibuka. Padahal seharusnya semua bergerak bersama.

“Kalau ditutup ya harusnya satu ditutup, semua ditutup. Kan nggak mungkin datang sendiri-sendiri. Tempat wisata pasti bergerombol. Kenapa ini nggak dipikirkan pemerintah,” tandasnya. (nul)