Data BPS Angka Pengangguran Surabaya Turun 2 Persen, DPRD: Banyak Warga Minta Bantuan Pekerjaan

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan penurunan 2 persen, tepatnya di angka 7,62 persen pada triwulan 2 tahun 2022.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna meminta Pemkot Surabaya tidak berbangga dengan penurunan angka tersebut. Bahkan ia mengaku masih masih banyak warga yang mengadu kepadanya terkait susahnya mencari kerja.

“Pemkot jangan terlena, data-data itu jangan hanya untuk memuaskan Walikota (Eri Cahyadi). Dalam setiap masa sidang Serap Aspirasi Masyarakat (Reses) masih banyak warga yang minta bantuan pekerjaan kepada anggota dewan,” kata Ayu, Senin (21/11/2022).

Politisi Golkar Surabaya itu juga menegaskan, selama ini Pemkot hanya mengabarkan hal-hal positif tentang capaian program Walikota. Bukan tentang realisasi kerja setiap dinas.

“Jangan hanya mengamankan diri sendiri dan golongan saja, tahun depan ada resesi di Surabaya, nah itu juga harus disikapi terlebih dahulu,” katanya.

“Kalau dua persen dalam era seperti ini berhasil tapi tidak signifikan. Itu datanya data valid atau tidak. Jangan sampai, dua persen ini asal bapak senang. Pak wali tentu butuh yang dibawahnya (memberikan data) ini harus real,” sambung Ayu.

Ia juga mempertanyakan output dari setiap pelatihan kerja yang dilakukan Pemkot Surabaya. Dari laporan warga yang ia terima, mayoritas peserta pelatihan hanya sekedar mengikuti program saja, namun tidak realisasi dari janji pendistribusian pada lembaga-lembaga kerja.

“Kenapa banyak yang masih menangis minta kerja. Saat reses pelatihan yang diikuti hasil akhirnya nggak ada. Kemudian yang mana yang dijaring mitra itu tidak disampaikan terbuka,” terangnya.

Ia berharap kepada Pemkot bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) memberikan data yang sebenarnya. Bukan data yang menggembirakan pimpinannya.

“Saya berharap, untuk Pemkot bagian kesra jangan memberikan input pak wali, input yang positif yang menggembirakan, tapi yang sebenarnya juga yang tidak menggembirakan. Kalaupun real ketika reses masih banyak (warga) yang menangis (minta kerja),” pungkasnya.

Sebelumnya, angka pengangguran terbuka di Surabaya telah naik drastis pada tahun 2019 di angka 5,76 persen. Kemudian, pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020 meningkat menjadi 9,79 persen. Lalu, pada tahun 2021 angka TPT itu turun sedikit menjadi 9,68 persen, dan akhirnya pada 2022 di triwulan II turun menjadi 7,62 persen.(mkr)