Dari 4 Rampok Sadis di Sidoarjo, Baru 1 Pelaku Berhasil Dibekuk

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro menginterogasi tersangka.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Pelaku perampasan motor yang berkeliaran di Sidoarjo berhasil dibekuk Unit Resmob Polresta Sidoarjo. Namun, dari empat pelaku yang diincar polisi baru seorang pelaku yang berhasil dibekuk.

BACA JUGA :  Di Bawah Grup GoTo, Gojek dan Tokopedia Pertama Kalinya Luncurkan WIB Spesial Kolaborasi Anak Bangsa

Pelaku perampasan sadis yag berhasil dibekuk itu Muhammad Roni, asal Bangkalan, Madura. Selama beroperasi di Sidoarjo, Roni telah beraksi di 10 tempat kejadian perkara (TKP). Bersama komplotannya, Roni tak segan melukasi korbannya jika melawan.

“Kelompok ini selalu membawa senjata tajam seperti pisau dan celurit. Saat beraksi, mereka tak segan-segan membacok korbannya,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro, Rabu (28/7/2021) sore.

Ia melanjutkan, aksi komplotan ini terungkap saat beraksi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru pada tagal 9 Juli 2021 lalu. Saat itu motor korban yang diparkir di sebuah tempat servis komputer hendak dicuri komplotan ini. Korban yang mendekat justru dibacok tangannya oleh tersangka M Roni ini. Motor korban Honda Vario warna hitam nopol W 2907 PH berhasil dibawa lari. Korban kemudian melapor ke polisi yang kemudian berhasil mengidentifikasi para pelaku.

Personel Resmob Polresta Sidoarjo kemudian memburu pelaku ke Bangkalan, Madura dan menangkap M Roni sepuluh hari setelah beraksi di Tambakrejo, Waru. Tiga pelaku lain dengan inisial AS,YF dan MH saat ini sedang diburu petugas.

“Tersangka yang tertangkap ini merupakan residivis kasus serupa. Komplotan mereka telah beraksi di 10 TKP. Empat kali beraksi di Sidoarjo, Empat kali di Surabaya dan dua kai di Madura. Menurut keterangan pelaku, mereka telah beraksi selama lima tahun terakhir,” lanjut Kusumo.

Mereka berempat membagi tugas dengan berboncengan menggunakan dua motor untuk mencari sasaran. M Roni sendiri berperan sebagai eksekutor dengan berbekal kunci T, dan tak segan membacok korbannya.

“Mereka kami jerat pasal 365 tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman 5 tahun penjara,” imbuh mantan Wakapolresta Banyuwangi ini. (mkr)