Dampak Poltekom Vakum, Dosen dan Mahasiswa Terlantar

Reporter : iwan Irawan

KLIKJATIM.Com | Malang – Mangkraknya kampus politeknik Kota Malang (Poltekom), berlokasi di seputaran Kelurahan Tlogowaru, Kedungkandang. Memberikan dampak luas bagi banyak orang.

“Sebagaimana informasi beredar di media massa, dan cerita dari orang-orang yang ada di dalamnya. Kami mendengarkan, dampak yang dirasakannya lumayan meresahkan. Utamanya mahasiswa yang kuliah,” kata Junaidi (37), salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari Poltekom, Kamis (23/11/2023).

Lanjut Junaidi, informasi yang didengarkannya dan membaca di media massa. Kampus Poltekom ini sekitar dua tahunan kurang begitu nampak aktifitasnya.

“Terakhir, kami lihat yang tiap hari melintas di depan Poltekom. Tampilan spanduk terpasang di depan pintu masuk Poltekom. Nampaknya bentuk kekecewaan mahasiswa yang merasa ditelantarkan,” terang dia.

Masih kata Junaidi, informasi lainnya yang didapatkan dari membaca media massa. Dosennya banyak yang mengundurkan diri, karena hanya digaji Rp 1 juta/bulan. Disisi lain, sepertinya kondisinya sudah tidak kondusif.

“Kami sebagai warga masyarakat, hanya bisa berharap kepada pemerintah. Karena lahannya itu milik pemerintah, tapi pengelola atau penanggungjawabnya. Kami tidak paham, untuk segera dicarikan solusinya,” imbuhnya.

Sambungnya lagi, siapa tahu anaknya sendiri atau anak dari warga sini (Tlogowaru). Kelak memiliki keinginan bersekolah di Poltekom. Sudah tidak ada lagi kemelut atau kevakuman lagi.

“Kami justru memimpikan kampus Poltekom ini menjadi kebanggaan bagi warga Kota Malang. Khususnya warga Tlogowaru sini. Sangat disayangkan jika kampus Poltekom tidak dikembangkan lebih bagus lagi,” cetusnya.

Berdasarkan penelusuran informasi yang didapatkan KLIKJATIM.Com di lapangan. Pihak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VII Jawa Timur, telah berupaya melakukan pemanggilan untuk audiensi dengan Poltekom.

“Kami kemarin, Senin (20/11/2023). Telah mengundang mereka (Poltekom), untuk melakukan audiensi. Namun nihil terwujud, karena pihak yayasan dan direksi Poltekom menundanya. Namun demikian, kami akan menjadwalkan ulang,” ucap Ketua LL Dikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dyah Sawitri. Dikutip dari Surya Online.

Terpisah, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekom, Mahbub Ubaidillah menjelaskan, pihaknya terakhir mendapatkan perkuliahan pada Desember 2022 kemarin. Hingga saat ini sudah tidak ada lagi.

“Kami melihat di kampus, hanya tinggal empat atau lima dosen yang masih bertahan. Bertugas di BAAK dan satu biro lainnya. Kami selama ini membayar uang kuliah (semester). Hak apa yang akan diperoleh, jika kondisi kampusnya vakum kayak gini,” jelas Ubaid, saat ditemui di Lab. Komputer Poltekom.

Ubaidillah membenarkan apa yang disampaikan warga sekitar sini. Banyak dosen mengundurkan diri, karena gajinya tidak sesuai. Poster atau spanduk yang terpasang di depan. Bagian dari kekecewaan mahasiswa selama ini.

“Kami mencoba menemui pembina maupun yayasan serta direksi. Akan tetapi, kami belum mendapatkan solusinya hingga sekarang. Syukur alhamdulilah, melalui teman-teman media. Harapannya ada tindaklanjut dari para pihak,” ujar Ubaid.

Tambahnya lagi, pihaknya sempat berupaya mencari jalan alternatif. Memproses surat merger (bergabung) dengan Polinema atau PENS. Menyodorkan surat ke pihak yayasan Poltekom. Guna meminta penandatanganan persetujuan.

“Tapi surat tersebut, bukannya tanda tangan persetujuan yang kami peroleh. Justru surat kami ditahan hingga saat ini. Bukan itu saja, kami malah dipojokkan setengahnya dimarahi oleh mereka. Ketika kami temui disalah satu tempat,” tambah Ubaidillah.

Lanjut dia, pihaknya pun berupaya menemui Ketua Dewan Pembina Poltekom, salah seorang mantan Wali Kota Malang, sekaligus salah seorang Rektor di kampus swasta di Kota Malang. Hanya mendapatkan janji belaka.

“Janjinya akan diselesaikan secepatnya pada Agustus 2023 lalu. Tapi faktanya hingga saat ini belum ada penyelesaiannya. Kami masih akan terus berupaya mendesak Rektor tersebut. Karena kami berpikiran Rektor kampus swasta tersebut. Memiliki peranan penting di Poltekom sini,” sambung Ubaidillah. (ris)