Curi Kain Seharga Jutaan Milik Majikan, Warga Trenggalek Dibui Polisi

Reporter : Iman - klikjatim.com

YH dan barang bukti gelondongan kain yang dicuri dari toko milik majikannya

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Anggota Polsek Tulungagung Kota akhirya menangkap tersangka YH (28) warga Trenggalek. Tersangka YH ditangkap setelah Polisi mendalami laporan pencurian yang terjadi pada Jumat (10/09/2021) yang lalu, di gudang toko kain, yang ada di kelurahan Kutoanyar kecamatan Tulungagung.

BACA JUGA :  Suami-Istri dan Mertua di Surabaya Sekongkol Rampas HP Perempuan, Hasilnya Dijual ke Pasar Maling

Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Rudi Poerwanto melalui Kasi Humas Polres Tulungagung yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini tersangka YH ditahan di Mapolsek Tulungagung.

“Tersangka sudah kita tahan, saat ini di Mapolsek Tulungagung Kota,” ujarnya.

Nenny menjelaskan, usai menerima laporan pencurian tersebut, pihaknya langsung melakukan pendalaman.

Menurut keterangan saksi yang pertama kali membuka gudang, saat itu kondisi gembok pintu dalam keadaan tidak terkunci, setelah dilihat lebih teliti rupanya gembok tersebut nampak rusak setelah dibuka paksa.

“Awal kecurigaanya itu pintu yang tidak digembok, rupanya gemboknya ada tapi rusak,” jelasnya.

Curiga dengan kondisi tersebut, lalu saksi masuk keddalam gudang dan mendapati 14 glondong kain di dalam gudang, hilang.

Saksi juga menemukan jejak kaki yang diduga sebagai pelaku pencurian tersebut.

Mengetahui kejadian ini kemudian saksi dan korban langsung melapor kepada Polisi.

“Kemudian saksi dan korban melapor ke Polisi,” terangnya.

Hasilnya, penyelidikan Polisi mengarah kepada pelaku yang merupakan pegawai di toko kain tersebut, tanpa menunggu terlalu lama akhirnya Polisi langsung menangkap tersangka di lokasi persembunyiannya.

“Penyelidikannya mengarah ke salah satu karyawan di toko itu, kemudian saat sudah cukup bukti akhirnya tersangka langsung ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ucap Nenny.

Dari tangan tersangka diamankan 11 gelondong kain yang belum sempat dijual, kemudian dua buah gembok yang dirusak , 1 sepeda motor dan uang sisa hasil penjualan sebanyak Rp 2 juta.

“Untuk pasal yang dikenakan, tersangka ini dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 4e KUH Pidana,” pungkas Nenny.(rtn)