Curhat Risma 10 Tahun Jadi Wali Kota, Penutupan Dolly dan Bom Surabaya Momen Paling Berat

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.com | Surabaya—Tri Rismaharini 10 tahun menjabat Wali Kota Surabaya. Selama menjadi wali kota, wali kota perempuan pertama di Surabaya telah melewati suka dukanya.

BACA JUGA :  Sidak Jalan Rusak, Wabup Sidoarjo Langsung Instruksikan Dinas Binamarga Lakukan Perbaikan

Perjalanan 10 tahun memimpin Surabaya diceritakan Risma kepada warga di Kecamatan Sambikerep secara virtual, Sabtu (24/10/2020). Risma mengatakan, duka dan berbagai kesulitan yang dihadapi selama 10 tahun itu dinilainya sangat beraneka ragam.

Salah satu yang paling memberikan kesan yakni upaya Wali Kota Risma dalam menutup lokalisasi Dolly. Bagi dia, penutupan lokalisasi itu merupakan langkah yang berat dan beresiko. Namun begitu, seiring dengan keberanian dan dukungan dari berbagai pihak, ia berhasil melewati prahara tersebut.

“Berikutnya, saat peristiwa bom dua tahun lalu. Itu adalah hal yang sangat menyedihkan dan berat untuk kami. Saya bersyukur bisa melewati semua itu,” kata Risma, Sabtu (24/10/2020).

Risma juga menceritakan sepenggal kisah yang membahagiakan selama bertugas. Ia menyebut, jika melihat data menunjukkan angka kemiskinan yang turun secara signifikan. Kemudian banyaknya apresiasi dan penghargaan yang tidak hanya diterima dalam negeri, tetapi bahkan dari luar negeri juga dapat melihat kemajuan kota.

“Lalu suhu udara turun, warga lebih ramah. Itu yang membuat orang asing atau wisatawan berkunjung ke kota ini. Kami sangat bersyukur Surabaya sudah semakin baik dari hari ke hari,” terangnya.

Sementara itu, Mariani warga asal RT 04 RW 06 Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakar Santri. Ia sangat bersyukur selama ini dipimpin oleh sosok pemimpin yang adil dan bijaksana. Bahkan, ia berkali-kali mendoakan agar Wali Kota Risma sehat dan berbahagia. Saya pernah bertemu dengan ibu di Pasar Keputran.

“Saya senang karena sebagai warga Surabaya diperhatikan oleh ibu. Sehat terus bu. Doa kami menyertai,” pungkasnya. (mkr)