CIS Service Baru di Terminal Teluk Lamong Awal Mei 2021

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pada Minggu pertama bulan Mei 2021, Terminal Teluk Lamong kembali menerima layanan kapal terbaru milik  perusahaan Orient Overseas Container Line (OOCL).

BACA JUGA :  Lapas Jember Tak Lagi Seram, Banyak Tanaman Hias Karya Warga Binaan

Service baru bertajuk CIS atau China Indonesia Service ini baru diluncurkan pada 18 Maret 2021 lalu.Kapal Perdana OOCL Savannah, asal Hongkong dengan panjang 260 meter tiba di dermaga TTL pada Rabu malam 5 Mei 2021 dan kini sandar di Terminal Teluk Lamong untuk melakukan pelayanan perdana di Surabaya.

OOCL Savannah dengan Gross Tonage 40.284 ton memerlukan kedalaman air 12,6 m sehingga sangat tepat sandar di dermaga Terminal Teluk Lamong yang memiliki kedalaman hingga 14 m.

CIS Service merupakan service mingguan yang akan sandar di Terminal Teluk Lamong semingu sekali dan akan melakukan bongkar muat kurang lebih 1000 petikemas setiap kedatangannya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada OOCL yang sudah mempercayakan service baru ini untuk sandar di TTL. Kami akan berupaya untuk terus  memberikan layanan yang prima kepada semua pelanggan”, ujar Warsilan, Direktur Operasi dan Teknik Terminal Teluk Lamong.

Untuk memperkuat service ini, pelayaran OOCL mengandeng Ocean Network Express (ONE) dan Gold Star Line LTD (GSL) untuk menerapkan skema joint slot sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah muatan dan lebih efisien.

Kapal berkapasitas 4.578 TEUs ini akan berlayar dengan rute CIS yaitu Qingdao – Shanghai – Ningbo – Da Chan
Bay – Jakarta – Surabaya – Port Kelang – Qingdao. Kapal ini akan melakukan kegiatan bongkar petikemas di Terminal Teluk Lamong sebanyak 68.872 TEUs dan muat petikemas sebanyak 113.733 TEUs.

Ini menunjukkan kepercayaan pelaku ekspor impor pada Indonesia, khususnya pada Terminal Teluk Lamong. Porsi arus petikemas internasional menyumbang 37,7 % dari total arus petikemas di Terminal Teluk Lamong.

Sehingga dengan adanya pelayanan rute baru ini diharapkan akan menjadi peluang peningkatan arus petikemas di TTL sekaligus peluang pergerakan ekonomi terutama pasar luar negeri. (ris)