Cerita Sekolah Swasta di Gresik Penuhi Kebutuhan Masker Siswa Pembelajaran Tatap Muka

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Pembelajaran di salah satu sekolah

KLIKJATIM.Com | Gresik — Masker saat ini merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Ditengah izin pertemuan pembelajaran tatap muka (PTM) pun anak-anak sekolah wajib memakai masker.

BACA JUGA :  CPNS Surabaya Diumumkan, Tujuh Formasi Ini Belum Terisi

Untuk memenuhi kebutuhan masker dan alat protokol kesehatan yang lain seperti hand sanitizer, sekolah-sekolah swasta yang tidak punya anggaran besar mau tak mau membebankan kebutuhan masker kepada anak didik dan orang tuanya (wali murid).

Salah satu contohnya, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sukomulyo, pada awal PTM, lembaga sekolah masih mampu mensubsidi kebutuhan masker anak sekolah.

“Tapi sekarang sudah tidak penuh lagi, hanya kita beri masker untuk kebutuhan setengah bulan, sisanya dari wali murid sendiri,” tutur salah satu Guru MI Sukomulyo, Muh Syafi’i.

Terkait pemenuhan kebutuhan lain, sepertitempat cuci tangan siswa dan disinfektan, sekolah tempat Syafi’i mengajar masih mampu memenuhi kebutuhan dengan anggaran sekolah.

“Namun begitu, ya itu berpengaruh juga kepada komponen gaji guru, ada yang sedikit dialihkan ke pengadaan alat protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sekolah swasta lain, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Islam tetap mensubsidi anggaran masker bagi siswanya. Hal ini menurut Achmad Taufiq, kepala bagian tata usaha sekolah tersebut lantaran dukungan donatur yayasan yang syukurnya masih cukup.

“Anggaran masker dan peralatan protokol kesehatan kan dulu sebelum pandemi tidak ada, nah ini sebenarnya kita juga berhitung, namun syukurnya yayasan masih mampu mensubsidi,” ujar Taufiq.

Mestinya, lanjut Taufiq, pemerintah, dalam hal ini satgas Kabupaten tetap harus memberikan anggaran pengadaan atau barang protokol kesehatan bagi siswa di Kabupaten Gresik, khususnya yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta.

“Swasta ini tidak seperti (sekolah) negeri, lah kalau kebutuhan protokol kesehatan dibebankan kepada wali siswa ya kasihan juga, ini lagi sulit keadaan ekonomi,” katanya.

Hingga saat ini, praktek pembelajaran pertemuan tatap muka di Kabupaten Gresik masih 50 persen. Dalam update sebaran pandemi yang dirilis Satgas Jatim, resiko penularan di Kabupaten Gresik tergolong rendah.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gresik Markus Firdaus mengatakan, pada prinsipnya pengadaan peralatan protokol kesehatan di sekolah swasta boleh diaanggarkan dari dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Tapi anggaran BOS Sendiri untuk operasional sekolah itu sudah mepet sekali, jadi ya tergantung kemampuan sekolah,” ujarnya. (bro)