Cegah Corona, KAI Daops 8 Turunkan Kapasitas Penumpang

Reporter : Nur Affandi - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menurunkan kapasitas daya angkut penumpangnya. Langkah ini ditempuh untuk mendukung kebijakan pemerintah menangani pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di tanah air.

BACA JUGA :  Pompa Diesel Gangguan, Asap Tebal Muncul di Gress Mall

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, kebijakan ini diambil setelah adanya penetapan perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Covid -19 di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga 29 Mei 2020. “Kami menurunkan daya kapasitas angkutan penumpang untuk KA Lokal yang sebelumnya berkapasitas 150% menjadi 75%,” kata Suprapto.

Setiap hari, terdapat 46 perjalanan KA Lokal yang beroperasi dengan daya kapasitas 25.564 tempat duduk(100%) dan toleransi tiket berdiri (50% dari tempat duduk) sebanyak 12,782 buah. “Jadi total dalam seharinya, daya kapasitas perjalanan KA Lokal di wilayah PT KAI daop 8 Surabaya bisa mencapai 38.346 penumpang, dengan adanya kebijakan pengurangan kapasitas menjadi 75 %, maka sekarang kapasitas daya angkutnya menjadi 19.182 penumpang per harinya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tiga Pemain Asing Persebaya Pilih Menetap

Langkah selanjutnya setelah menurunkan daya kapasitas angkut penumpang KA Lokal, PT KAI Daop 8 Surabaya akan membatalkan 3 perjalanan kereta api secara keseluruhan dan memperpendek relasi tujuan 4 perjalanan KA di wilayahnya, terhitung mulai dari tanggal 26 Maret sampai d 31 Maret 2020.

Ketiga perjalanan kereta api yang dibatalkan secara keseluruhan yakni KA Sembrani ( KA 81/ KA 82) relasi Stasiun Surabaya Pasar Turi – Gambir/pp, KA Gumarang (KA 133/ KA 134) relasi Stasiun Pasar Turi – Stasiun Pasar Senen/ pp, dan KA Songoriti (KA 283 / KA 284) relasi Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Malang/pp.

BACA JUGA :  Bangunan Ambruk, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Minta Wisata Cimory Ditutup

Sementara 4 perjalanan KA yang mengalami perpendekan relasi tujuan yakni KA Argo Wilis (KA plb 1a/ KA plb 2a) relasi Sebelumnya Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, menjadi Stasiun Surabaya Gubeng – Bandung/pp, KA Mutiara Selatan (Ka plb 103a / KA plb 104a) relasi sebelumnya Malang – Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, menjadi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung/pp, KA Turangga (KA plb 77a/KA plb 78a) relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, menjadi Surabaya Gubeng – Bandung/pp, dan KA Malabar (KA plb 107a/ KA plb 108a) relasi Malang – Bandung – Pasar Senen/pp menjadi *Malang – Bandung/pp.

BACA JUGA :  Gagal Mendahului Truk, Pemotor asal Surabaya Tewas Terlindas di Jalan Raya Kedamean

Kebijakan ini untuk mendukung kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah, dimana masyarakat diminta mengurangi mobilitasnya. Penurunan jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dapat terlihat dari jumlah kumulatif penumpang KA yang naik selama periode 1 s/d 23 Maret 2020 yang hanya mencapai 627.839 penumpang atau 58,89% dari program sebesar 1.066.109 penumpang.

Diharapkan dengan adanya pengurangan kapasitas daya angkut ini, masyarakat Jawa Timur dapat mematuhi 3 point imbauan dari Dishub Jawa Timur terkait penanganan pencegahan Covid-19 yaitu dengan cara tetap tinggal dan beraktifitas di rumah, tidak bepergian atau keluar rumah jika tidak benar-benar perlu, dan menghindari dari kerumunan dan jaga jarak minimal 1 meter. (fan/hen)