Cegah Banjir Kali Lamong, Bupati Sambari Bangun Tanggul Sungai di Kecamatan Cerme

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat memulai groun breaking pembangunan tanggul kali Lamong di Kecamatan Cerme

KLIKJATIM.Com | Gresik – Kendati dihadapkan pada pandemi Covid, Pemerintah Kabupaten Gresik tetap memprioritaskan pembangunan tanggul pencegah banjir Kali Lamong di Desa Jono Kecamatan Cerme. Pembangunan tangggul sungai dimulai dengan ground breaking yang dilakukan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto Selasa (25/8/2020) .

BACA JUGA :  Pasien Covid Kabupaten Ngawi Tinggal 9 Orang

Selain Bupati serta jajaran Pejabat Pemkab Gresik, pelaksanaan groundbreaking di desa Jono tersebut dihadiri oleh para anggota Forkopimda Gresik, Dyah Wahyu Irmawati Ketua Bakorwil II Bojonegoro, Isdianto Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) serta sejumlah Muspika setempat.

Bupati Sambari menyampaikan terima kasih kepada pihak BBWS yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Jono Cerme Gresik dengan membangun tanggul. “Semoga bantuan pembangunan tanggul ini dapat memberikan manfaat mengurangi bencana banjir di desa ini. Kami kira ini hanya sebagai bantuan pemanasan awal yang nantinya akan di ikuti dengan bantuan pembangunan yang lebih besar” harap Sambari.

Keberadaan Desa Jono Cerme Gresik ini memang memang desa yang rawan banjir akibat luapan kali lamong. Menurut Bupati, Tahun 2019 lalu desa Jono ini termasuk salah satu desa yang mengalami kebanjiran akibat jebolnya tanggul kali lamong.

Terkait program normalisasi Kali Lamong untuk pencegahan banjir, Bupati menyatakan bahwa sampai saat ini pemkab Gresik telah menyelesaikan study Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) tahap I. Dia berharap sampai akhir 2020 ini, study larap telah selesai.

BACA JUGA :  Toko Cat dan Bangunan Di Menganti, Gresik Ludes Dilalap Api

Total Panjang Kali Lamong 103 km, yang melintasi wilayah Gresik 58 km. Kali Lamong melintasi beberapa Wilayah Kecamatan di Gresik yaitu mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, Kebomas.

Menurut Bupati, pihaknya telah mempersiapkan anggaran untuk pembebasan tanah sebesar Rp 150 miliar. Dia berharap agar hasil study larap ini sesuai perkiraan yang sudah dibuat yaitu untuk pembebasan tanah sekitar 149 hektar. “Saya berharap bupati pengganti saya nanti dapat melaksanakan proyek normalisasi kali lamong tersebut. Kami sudah melaksanakan pembebasan tanahnya, pihak BBWS segera melaksanakan pekerjaan fisiknya. Segala tehnis pengerjaannya saya serahkan ke BBWS” tandas Bupati.

Pada kesempatan itu, Isdianto perwakilan dari BBWS menyatakan banyak terima kasih kepada Pemkab Gresik terutama Bupati Sambari Halim Radianto. “Selama ini kami banyak dibantu. Beberapa bantan yang telah dilaksanakan di Gresik yaitu pembangunan lumbung air di desa Sukodono, Panceng Gresik” kata Isdianto.

Dia juga menyebut beberapa pembangunan lain yaitu, Pembangunan Bendung Gerak Sembayat (BGS), dan study revitalisasi waduk Bunder. Kami berharap, warga masyarakat mau bekerjasama membantu kami dengan merelakan tanahnya untuk diganti rugi yang sewajarnya. Semuanya untuk kepentingan bersama. (hen)