Catat, Rapid Tes Produksi Anak Bangsa Harganya Rp 75 Ribu Hasilnya 15 Menit

Reporter : Hendrawan Syahputra - klikjatim.com

. Alat rapid tes bertitel RI-GHA Covid-19 hanya dibanderol hanya Rp 75 ribu dan hasilnya bisa diketahui dalam qwaktu 15 menit

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Polemik seputar pelaksanaan rapid test yang digunakan sebagai ajang bisnis fasilitas kesehatan karena harganya mahal, sebentar lagi bisa diminimalisir. Sebab, Indonesia telah merilis alat rapid test Covid-19 karya anak bangsa. Alat rapid tes bertitel RI-GHA Covid-19 hanya dibanderol hanya Rp 75 ribu. Dan hasilnya bisa diketahui dalam qwaktu 15 menit, hebat kan.

BACA JUGA :  Bank UOB Tawarkan Program Relaksasi Kredit

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku harga rapid test buatan dalam negeri harus lebih murah dari impor. Harga jual yang diusulkan sebesar Rp 75 ribu. Harga sebesar itu dinilai terjangkau dan tidak membebani masyarakat.

“Apalagi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020, dimana tarif pemeriksaan rapid test dibatasi sampai Rp 150 ribu,” kata Muhajir.

Dijelaskan, pihaknya sudah menyampaikan ke BPPT agar harganya bisa ditekan semakin rendah. “Saya sudah sampaikan kepada kepala BPPT Rp 75 ribu. Ini kan bisa jadi patokan riil di lapangan, kalau ada produk yang harganya di atas ini, kan tidak laku,” ujarnya di Gedung Kemeko PMK.

Dikatakan, karena diproduksi dalam negeri, rapid test kit yang dinamakan RI-GHA tersebut akan memiliki harga yang lebih murah dibanding test kit impor. Pihaknya siap bersaing dan banting harga jika suatu saat harga produk rapid test impor lebih murah dari produk buatan dalam negeri.

BACA JUGA :  Datangi Toko, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ingatkan dan Bagikan Masker

“Saya yakin produk dalam negeri nanti rapid test lebih murah, mampu bersaing dan siap-siap, kalau ada produk luar yang banting harga, kita juga siap-siap banting harga,” ujarnya.

Untuk bulan ini, produksi rapid test kit dalam negeri ditargetkan mencapai 200 ribu unit. “Besaran produksi kami target 200 ribu bulan ini, bulan depan 400 ribu,” kata Bambang.

Dia melanjutkan, pihaknya juga akan mencari mitra industri lain agar produksi rapid test mengalami percepatan. Saat ini, Kemenristek melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memiliki 2 mitra untuk memproduksi rapid test, yaitu PT Hepatika Bumi Gora Mataram dan Laboratorium Prodia. (hen)