Buruh Industri Pengolahan Dominasi Aduan THR Jatim

Reporter : Arifin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Hingga 20 Mei 2020, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat ada 74 pengaduan. Dari jumlah itu secara persentase pengaduan terbanyak berasal dari karyawan perusahaan industri pengolahan sebanyak 35,82 persen.

BACA JUGA :  Stres, Pria Ngawi Gantung Diri di Pohon Jati

Berdasarkan data di Posko pengaduan pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan yang dibentuk Provinsi Jatim melalui Disnakertrans, urutan kedua bidang jasa sebanyak 33,78 persen, bidang hotel dan restoran ada 20,90 persen. Kemudian perdagangan 10,81 persen, dan sektor konstruksi 1,42 persen.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo mengungkapkan, pekerja yang melakukan pengaduan ke posko di Dinas Tenaga Kerja itu memakai berbagai media. Yang memakai media online tertinggi mencapai 87,94 persen. Kemudian yang mengirim surat sebanyak 5,41 persen, dan datang langsung ke posko hanya mencapai 6,76 persen.

“Dari sekian pengaduan yang masuk, juga ada yang melayangkan masalah perusahaanya yang berada di luar Jawa Timur. Persentasenya hanya 8,11 persen,” kata Himawan.

BACA JUGA :  Kabar Baik, Pasien Covid Kota Madiun Sembuh

Disebutkan, pengaduan yang masuk itu antara lain Kota Surabaya 29,73 persen, Kota Malang 12,16 persen, Pasuruan 13,51 persen, Sidoarjo 9,46 persen, Gresik 6,76 persen dan Kabupaten Malang 5,41 persen.

Himawan menambahkan, hasil pengawasan yang dilakukan per hari Rabu 20 Mei 2020, pihaknya mencatat ada 474 perusahaan di Jawa Timur yang sudah membayarkan tunjangan hari raya keagamaan. Perusahaan yang telah membayar THR karyawannya itu, sesuai persentase di sektor industri pengolahan ada 40,93 persen.

“Tertinggi perusahaan sektor industri pengolahan. Lalu disusul sektor jasa jasa ada 23,84 persen, sektor perdagangan ada 13,08 persen, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan ada 9,07 persen. Untuk bidang pertanian, kehutanan dan peternakan ada 4,64 persen,” timpalnya.

BACA JUGA :  BBPJN VIII Lakukan Penanganan Darurat Jembatan Kedungasem

Dikatakan, dari 474 perusahaan yang telah membayar THR kepada karyawannya itu berada di Pasuruan 20,25 persen, Kota Malang 14,56 persen, dan Kota Madiun 8,86 persen. Lalu Sampang 8,65 persen, Mojokerto 8,02 persen, Kota Kediri 6,96 persen. Terkecil tiga kota yakni 0,21 persen di Jember, Jombang dan Ngawi.

“Data ini masih dinamis. Sesuai instruksi bahwa THR dibayarkan H-7 lebaran. Jika ada perusahaan yang tidak mampu maka bisa dirundingkan dengan karyawan. Artinya tidak mampu itu berupa penundaan di bulan selanjutnya. Dan harus dibicarakan antara manajemen perusahaan dengan karyawan,” ujarnya. (hen)