Bupati Tulungagung Ingatkan Warga di Lokasi Rawan Longsor

Reporter : Iman - klikjatim.com

Rombongan Bupati Tulungagung dan PT Jasa Tirta saat mengunjungilokasi bencana tanah longsor di selingkar Waduk Wonorejo Tulungagung,

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Bupati Tulungagung bersama sejumlah Kepala OPD, didampingi juga oleh perwakilan PT Jasa Tirta datang ke lokasi bencana tanah longsor di selingkar Waduk Wonorejo Tulungagung, Senin (22/11/2021) kemarin.

BACA JUGA :  Perkuat Karakter Offroad, Yamaha WR 155 R Hadirkan Warna dan Grafis Baru

Kedatangan Bupati Tulungagung,Maryoto Birowo untuk memastikan proses pemindahan material longsoran di titik tersebut bisa berjalan dengan cepat sehingga akses jalan bisa dilalui kembali.

Maryoto Birowo mengatakan, dalam 7 hari kedepan akses jalan yan tertutup ini harus sudah bisa dilewati kembali.

“Harapannya jalan yang tertutup bisa segera dibuka kembali,” ujarnya.

Selain mengupayakan percepatan pembukaan akses jalan, pihaknya juga menjanjikan perbaikan jalan di sekitar lokasi yang sudah rusak, untuk diperbaiki di tahun depan.

“Tentu akan kita masukkan dalam daftar perbaikan rehabilitasi,” terangnya.

Maryoto mengingatkan,potensi bencana masih ada mengingat perkiraan BMKG, puncak curah hujan ada di bulan Desember – Januari.

“Puncaknya diprediksikan kan Desember – Januari nanti,jadi ini belum sampai puncaknya,”jelas Maryoto.

Maryoto juga berpesan agar lereng tanah dengan kecuraman lebih dari 30 derjata celcius di lokasi rawan tanah longsor mendapatkan perhatian khusus, dan tidak ditanami dengan tanaman yang berakar serabut melainkan dengan tanaman kayu yang bisa menahan tanah saat terjadi pergerakan.

“Sebaiknya jangan ditanami tumbuhan yang sering panen,kayak rumput gajah dan lain lain,seharusnya ditanami kayu dengan akar yang tunjang ke bawah itu,”pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (18/11) kemarin tidak hanya menghancurkan 6 rumah penduduk,namun juga memutus akses jalan di selingkar bendungan Wonorejo.

Warga sekitar yang biasa menggunakan akses tersebut sebagai jalan utama, kini harus memutar melewati hutan sejauh 4 kilometer untuk bisa sampai ke tujuannya. (rtn)