Bupati Gresik Segera Laksanakan Normalisasi Kali Lamong, Target Pembebasan Lahan Mulai Tahun Ini

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (dari kanan), Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim dan Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani saat menggelar rapat koordinasi pelaksanaan rencana normalisasi sungai Kali Lamong. (ist/Humas Pemkab Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto menyampaikan terkait normalisasi sungai Kali Lamong segera dimulai pada tahun 2020 ini. Keputusan itu diambil setelah Bupati Sambari yang didampingi Wakilnya, Mohammad Qosim bertemu dan koordinasi dengan Anggota DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja Kantor Pemkab Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Senin (17/2/2020).

Tampak hadir langsung Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani dan ketiga wakil ketua dewan, serta ketua komisi I, II dan IV. Dalam pertemuan ini juga dihadiri beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik yang terkait.

Dengan adanya komitmen bersama, Bupati berharap program penyelesaian banjir akibat luapan sungai Kali Lamong harus segera dimulai dan dilaksanakan. “Tahun ini harus ada titik tertentu yang harus dibangun. Jangan sampai dana itu kembali dalam bentuk SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). Makanya, saya butuh kepastian kepada Pemerintah Pusat tentang normalisasi Kali Lamong tersebut. Berapa meter yang harus dilebarkan dan berapa meter yang harus didalamkan,” tandas Bupati Sambari.

Dia pun tidak menginginkan air (Kali Lamong) malah ngantong di wilayah Gresik. Karena itu, Bupati meminta agar ketinggian tanggul perlu diusulkan kepada Pemerintah Pusat selaku yang berwenang melaksanakan pembangunan.

Untuk tugas Pemkab Gresik terkait kesiapan lahan, pihaknya sudah menyiapkan data sejak lama. Tapi belum ada data Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP).

[irp]

“Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) sudah punya data konkrit tentang Kali Lamong. Namun demikian, masih butuh disempurnakan agar lebih valid, luasnya 149 hektar. Tim larap ini akan mendata kembali titik-titik mulai dari wilayah Kecamatan Balongpanggang sampai Kecamatan Kebomas. Gambaran harga diserahkan appraisal, namun belum ada titik temu,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Bupati, bahwa total panjang Kali Lamong adalah 103 kilometer (km). Yang melintasi wilayah Gresik sepanjang 50,7 km.

Kali Lamong melintasi beberapa wilayah kecamatan di Gresik. Antara lain mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, dan Kebomas.

Menurut Sambari, Asosiasi Kepala Desa (AKD) di wilayah Kali Lamong juga siap mendukung pelaksanaan normalisasi sesuai Perpres nomor 80 Tahun 2019. Semua kretek desa tanah yang melintasi Kali Lamong sudah dikumpulkan oleh Kepala Desa (kades).

Bahkan beberapa Kades sudah menyatakan kesanggupan untuk mendukung kelancaran, dengan menyiapkan tanah kas desa yang ada. “Kami akan laksanakan secepatnya. Studi LARAP usai pada bulan September-Oktober 2020 dan pada November-Desember 2020 kami laksanakan pembebasan tanah,” tuturnya.

“Kami berharap pembebasan itu bisa dilaksanakan dengan dana sharing 25 persen Pemkab Gresik, 35 persen Pemprov Jawa Timur dan 40 persen Pemerintah Pusat,” tegas Bupati dua periode ini.

[irp]

Selain studi larap, pada tahun 2020 Bupati juga akan membangun tanggul Kali Lamong antara Desa Jono dan Desa Tambakberas. Panjangnya kurang lebih 1 km.

Untuk estimasi dananya sekitar Rp 15,52 miliar. Dan, Pemkab Gresik hanya menyiapkan tanahnya saja.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani. Pada tahun 2020 ini memang harus ada langkah konkrit terkait perkembangan penyelesaian normalisasi Kali Lamong.

Pihaknya pun menyatakan siap mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan. “Tolong dikerjakan yang mana yang harus didahulukan, tentunya sesuai teknis. Untuk pekerjaan tahun 2021 pada RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) tahun ini akan kita bahas, dan pertemuan ini tidak hanya sekali ini saja. Yang dibebaskan lebih dulu adalah yang kita butuhkan terlebih dahulu,” terang Gus Yani, sapaannya. (adv/nul/rtn)