Bupati Faida Serahkan Bantuan untuk Santri di Jember

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Bupati Jember dr Faida saat memberikan bantuan kepada salahsatu santri asal kebumen Jateng,

KLIKJATIM.Com | Jember – Bupati Jember dr Faida menyalurkan bantuan untuk 962 santri. Mereka adalah santri yang berada di Kabupaten Jember namun memilih tidak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran tahun ini.

BACA JUGA :  10 Kota Kabupaten di Jawa Timur Sudah Selesaikan Vaksinasi Covid

“Mereka mematuhi imbauan pemerintah agar tidak terjadi penularan Covid-19. Sehingga kami secara khusus memberi bantuan,” kata Bupati pilihan rakyat Kabupaten Jember ini.

Dikatakan, bantuan berupa sembako dan uang diantar untuk para santri pondok pesantren yang tidak mudik. Semua santri yang mematuhi anjuran pemerintah itu mendapatkan bantuan. Baik anak-anak asal Jember maupun anak luar kota Jawa Timur yang tidak ber-KTP Jember.

Para santri itu mengikuti anjuran pemerintah agar memutus penyebaran Covid-19. Bupati menyebut mereka diantaranya berasal dari Banjarnegara, Kebumen, Brebes. Mereka ini turun temurun mondok di Jember.

Jumlah terbanyak yaitu berasal dari Kabupaten Kebumen dengan jumlah santri mencapai 139 orang. Bupati pun berkesempatan melakukan panggilan video dengan Bupati Kebumen, KH. Yazid Mahfudz. Kedua pemimpin ini pun saling menitipkan warganya.

BACA JUGA :  Taruna AAL Terima Pembekalan Brevet Penyelam

“Tadi juga video call dengan Bupati Kebumen dan menyampaikan bahwa anak-anak dari luar kota yang ada di Jember kondisinya baik-baik saja, dan sudah terdata di Pemkab Jember,” kata bupati Faida.

Bupati juga menitipkan anak-anak Jember pada Bupati Kebumen. “Kita semua gotong royong bersama-sama agar Covid-19 ini cepat berakhir,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kebumen juga berkesempatan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember telah memberikan bantuan. “Terima kasih ibu. Saya juga punya saudara di pesantren Jember,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kini, RSUD Gambiran Kediri Bisa Lakukan Tes PCR

Sementara itu, Rohim Junaidi menyatakan dirinya tidak pulang demi kepentingan bersama untuk memutus penularan. “Memutus penularan yang dapat terjadi di perjalanan. Saya memilih kepentingan bersama, supaya tidak terjadi buntut penularan lagi,” kata santri Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Raden Rahmat, Talangsari, Kaliwates ini.

Pemuda asal Donggala, Palu, ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jember Faida atas bantuan yang diberikan. Ia juga menitip salam untuk keluarganya di rumah.

“Terima kasih kepada Bupati Jember dan semua jajarannya, dan salam untuk keluarga saya. Maaf belum bisa mudik di rumah karena situasi yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan Bupati Faida berupa beras 5 kg, minyak 2 liter, dan gula 1 kg. Serta uang sebesar Rp. 100 ribu. (hen)