Bupati Akan Optimalkan Distribusi Pupuk, Dewan Minta Distributor Diawasi

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Tabel perbandingan subsidi pupuk tahun 2019 dan tahun 2020 di Kabupaten Pasuruan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan—Pengurangan subsidi pupuk juga terjadi di Kabupaten Pasuruan. Bahkan, di tahun 2020 ini subsidi pupuk di Pasuruan dikurangi hingga 51 persen.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan, di tahun 2019 subsidi pupuk jenis urea bagi petani di Kabupaten Pasuruan mencapai 36,7 ribu ton. Sementara di tahun 2020 ini subsidi dikurangi dan hanya tinggal 18,9 ribu ton.

“Pengurangan kuota subsidi pupuk dikarenakan kebijkan pemerintan pusat. Dan kami, tidak pernah dilibatkan untuk melakukan pemetaan, sehingga jatah pupuk Kabupaten Pasuruan di bawah harapan,” jelasnya, Rabu (12/2/2020).

BACA JUGA :  Warga Malang Temukan Mayat Gadis di Sungai, Diduga Korban Pembunuhan

Irsyad mengungkapkan, akan mengoptimalkan pendistribusian pupuk yang ada di tahun ini secara tepat hingga ke para petani. Dia berharap, dengan pendistribusian yang tepat, keluhan petani terhadap langkanya pupuk bisa sedikit teratasi.

“Pendribusian pupuk setiap wilayah harus bisa dioptimalkan,” kata Gus Irsyad.

Selain pupuk jenis urea yang dikurangi, pupuk jenis ZA juga dikurangi dari yang sebelumnya 7,9 ribu ton sekarang tinggal 2,9 ribu ton. Jenis SP-36 dari 4 ribu ton dikurangi menjadi 1,7 ribu ton. Kemudian pupuk jenis phonska dari 12,1 ribu ton menjadi 8,9 ribu ton. Sementara untuk jenis petroganik dari 4,2 ribu ton di tahun ini hanya akan dijatah 885 ton.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Pasuruan menilai kekurangan pupuk di Kabupaten Pasuruan tidak hanya bermuara pada pengurangan subsidi. Masalah distribusi pupuk yang dilakukan para distributor juga perlu diawasi.

BACA JUGA :  Fauzan Fuadi Jadikan Cemilan Khas Bojonegoro Oleh-oleh Bingkisan

“Selama ini distributor yang ditunjuk sebagai mitra juga belum maksimal menyerap pupuk, jadi perlu didorong dan diawasi,” kata anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Sunyoto.

Menurut Agus, distributor yang telah ditunjuk sebagai mitra harus didorong menebus jatah pupuk yang telah disediakan. Sebab, dia pernah menemui jatah pupuk subsidi di Kabupaten Pasuruan tidak tebus oleh distributor.

“Parah, saya pernah menemui ada ada jatah pupuk yang tidak ditebus distributor karena tidak punya modal,” terangnya. (dik/mkr)