Bu Dosen Berduaan Dalam Kamar Kos Bareng Pejabat Pemkab Mojokerto, Terjaring Razia Satpol PP

Reporter : Tsabit Mantovani - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Mojokerto – Seorang oknum pejabat di lingkungan Dinas Kependudukan Mojokerto terjaring razia Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Senin (30/11/2020) karena berduaan dalam kamar kos dengan seorang dosen perempuan. Keduanya kena gerebek di dalam kamar kos di Jl Raya Meri, Kota Mojokerto.

BACA JUGA :  11 Bandar Narkoba Langganan ABG Mojokerto Diciduk

Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Penertiban Umum Satpol Pol PP Kota Mojokerto mengatakan, pihaknya memang menggelar rumah kos kosan bersama BNNK Kota Mojokerto. Hasilnya, seorang yang diduga oknum PNS dan dosen terpaksa diamankan karena tidak bisa menunjukan surat nikah. Keduanya kepergok sekamar di kamar kos.

Fudi membenarkan jika salah satu di antaranya adalah seorang perempuan yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di salah satu universitas.“Itu kita amankan di Meri, yang cewek (dosen),” ujarnya.
Saat dirazia petugas, bu dosen itu sedang bersama seorang laki-laki di dalam kamar kos, yang diduga seorang PNS yang berdinas sebagai Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto.

Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi membenarkan jika ada salah satu kepala bidang terjaring razia rumah kos yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Mojokerto. “Iya itu kabid saya, Hartadi, itu Kabid Pengendalian Penduduk (Dalduk). Ya sama orang Sidoarjo katanya, itu istrinya orang,” ujar Joedha Hadi.

Sementara itu, selain mengamankan pasangan dosen dan oknum pejabat Pemkab Mojokerto, dalam razia tersebut, petugas juga menyasar kamar kos di wilayah Kuwung Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari. Di lokasi ini, petugas mengamankan dua orang laki-laki dan satu perempuan di dalam kamar kos. Kemudian seorang perempuan tanpa membawa indentitas.

Tak sampai di situ, petugas gabungan terus melanjutkan penyisiran kamar kos di wilayah Jalan Empu Nala dan Kelurahan Kedundung. Dari hasil razia ini didapat, tiga pasangan bukan suami-istri berada dalam satu kamar dan empat orang yang tidak memiliki identitas. Mereka langsung dilakukan tes urine oleh anggota BNNK Kota Mojokerto dan didata oleh anggota Satpol PP Kota Mojokerto.

“Hasilnya ditemukan 3 orang di dalam kamar kos bukan suami istri. Yang 4 tanpa identitas,” pungkas Fudi. (hen)