BPJS Kesehatan Nonaktifkan Kepesertaan 76 Ribu Warga Surabaya  

Kepala Cabang BPJS Kota Surabaya, dr Herman Dinata

KLIKJATIM.com | Surabaya – Sebanyak 76 ribu jiwa masyarakat Surabaya telah di nonaktifkan seabagai peserta BPJS Kesehatan Surabaya. Alasannya 53 ribu di antaranya telah menerima bantuan dari pemerintah pusat dan 23 ribu sisanya yang telah tercover lewat APBD Kota Surabaya.

“Semua data ini merupakan data yang telah diberikan oleh Dinsos dan Dinkes. Kami hanya menjalankan saja,” tutur Kepala Cabang BPJS Kota Surabaya, dr Herman Dinata usai rapat bersama Komisi D  DPRD kota Surabaya

Herman mengungkapkan tidak melakukan sosialisasi dan pemberitahuan langsung kepada pihak yang telah di nonaktifkan. Masayarakat bisa melakukan pengecekan langsung. “Kami meminta masyarakat untuk bisa melakukan pengecekan secara mandiri baik secara ofline maupun secara online,” tegasnya.

Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) kota Surabaya Febria Rachmanita mengaku jika pelayanan kesehatan yang diberikan selama ini tidak ada masalah.  Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang merasa masih membutuhkan bantuan tersebut tetap dapat mengajukan kembali.

BACA JUGA :  Memori Penanganan Sungai Kali Lamong Mulai Dibuka Lagi

Hal itu dapat dilakukan dengan beberapa cara di antaranya dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari lingkungan setempat. “Bisa dilakukan dengan mengajukan kembali dan melampirkan surat keterangan tidak mampu atau SKTM. Tapi, kalau untuk yang mampu, silakan menggunakan BPJS mandiri,” bebernya.

Selain itu, Pemerintah Kota juga telah menyiapkan aplikasi yang dapat di akses oleh masyarakat, terkait data khusus warga yang berpenghasilan rendah yang pantas untuk tercatat di PBI (Penerima Bantuan Iuran) oleh Pemerintah Kota Surabaya. (nk/rtn)