BPBD Tulungagung Pastikan Gunung Kelud dan Wilis Aman

Reporter : Iman - klikjatim.com

Soeroto memberikan penjelasan.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Guguran awan panas di Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (04/12) kemarin mengingatkan masyarakat Tulungagung dan sekitarnya pada peristiwa serupa yang terjadi di Gunung Kelud, pada bulan Februari 2014 yang lalu.

[irp]

Saat itu letusan abu vulkanik letusan Gunung Kelud mulai dirasakan masyarakat Tulungagung sejak malam hari, kemudian terus berlanjut hingga keesokan harinya bahkan dahsyatnya letusan membuat sebaran abu vulkanik sampai dirasakan oleh warga Yogyakarta.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung,Soeroto mengaku masih mengingat dengan jelas momentum tersebut, kendati tidak ada warga Kabupaten Tulungagung yang sampai mengungsi, namun sebagian warga Kabupaten Blitar mengungsi selama beebrap hari di Tulungagung.

“Terakhir gunung Keluda itu meletusnya 2014 yang lalu, saat itu mulai terasa ada letusan jam 8 malam,”ujarnya pada Minggu (05/12).

Soeroto menyebut, sejauh ini belum ada informasi kondisi siaga maupun waspada yang disematkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk gunung Kelud maupun gunung Wilis yang ada di seputar Kabupaten Tulungagung.

“Sejauh ini belum ada yang Gunung Kelud, kalau yang Gunung Wilis itu seeprtinya sudah tidak aktif,”ucapnya.

Kendati demikian namun pihaknya tetap meminta doa semua pihak agar Kabupaten Tulungagung dan warganya dijauhkan dari bencana dan marabahaya.

“Kita mohon doanya agar tidak ada bencana dan mara bahaya yang datang sehingga masyarakat bisa aman beraktifitas,”jelasnya.

Pihaknya tetap meminta masyarakat di lokasi rawan bencana longsor untuk tetap waspda dan berhati hati,mengingat musiim hujan sebentar lagi akan sampai pada puncaknya.

“Kalau kita himbauannya masyarakat di lokasi rawan longsor, tetap waspada karena musim hujan belum mencapai puncaknya,” pungkasnya. (bro)