Boncengan Bertiga Kecelakaan, Gadis ABG Sidoarjo Ini Temui PenciptaNYA

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan di Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi, Sabtu (1/4/2021) malam. Satria Nugraha – klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Nasib nahas menimpa Nur Mahmudah. Umur gadis warga Desa Grogol, Kecamatan Tulangan Sidoarjo ini terhenti di angka 16 tahun usai terlibat kecelakaan di Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi Sidoarjo.

BACA JUGA :  Angka Kematian Covid 19 Juara di Jatim, Ponorogo Zona Merah?

Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistyono menuturkan, kecelakaan yang merenggut nyawa Nur berawal dari pelanggaran. Motor Yamaha Mio nopol AG 6398 EH yang ditumpangi Nur merupakan motor modifikasi. Motor matik protolan berwarna hijau tersebut tanpa dilengkapi dengan spion. Ban pun jauh lebih kecil dibanding ukuran normal.

Sugeng menambahkan, saat kecelakaan terjadi pada Hari Sabtu (1/4) sekitar pukul 22.00 WIB, motor tersebut ditumpangi tiga remaja. Mereka adalah Muhammad Agung Pramono (14) warga Desa Cangkring RT 23 RW VI, Kelurahan Sidokare yang mengemudikan motor, Supriyono (15) warga Desa Sumokali, Kecamatan Candi serta korban Nur yang berada di tengah.

“Sepeda motor ini melaju dari arah Timur ke Barat dengan kecepatan cukup tinggi. Saat di TKP, mereka menyalip motor lain dari kiri. Karena jalan cukup sempit, mereka ahirnya terjatuh,” terang Sugeng, Minggu (2/5/2021).

Nahas bagi, Nur. Kepalanya membentur aspal terlebih dahulu. Darah mengucur deras karena dia tidak mengenakan helm. Nur meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan dua remaja pria lainnya, Agung dan Supriyono hanya mengalami luka ringan.

Petugas yang datang kemudian membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk divisum. Sedangkan dua remaja lainnya dibawa ke Unit Laka Lantas Polresta Sidoarjo untuk dimintai keterangan.

“Saya berpesan kepada semua masyarakat. Jangan memodifikasi sepeda motor seperti mengganti ban lebih kecil, karena berpengaruh pada keseimbangan. Gunakan motor standar dan patuhi aturan lalu-lintas,” pesan Sugeng. (bro)