Bocah 3 Tahun di Lamongan Tewas Terseret Kereta Api

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Mobil ringsek usai ditabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu. (ist)

KLIKJATIM.Com | Lamongan—Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Waru Kulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, makan korban. Seorang bocah berusia 3 tahun tewas terseret kereta api.

BACA JUGA :  Pelanggar PSBB Sidoarjo Dihukum Menyapu dan Nyanyi Lagu Bagimu Negeri

Peristiwa itu terjadi Kamis (2/7/2020) pagi sekira pukul 07.00. Saat itu mobil Suzuki Ertiga S 1063 JS yang dikemudikan Galih (24) warga Waru Kulon, Kecamatan Pucuk melintasi rel kereta api dari arah utara ke selatan. Di dalam mobil, Galih bersama ponakannya Azam yang masih berusia 3 tahun. Tepat berada di tengah rel, tiba-tiba mobil yang dikemudikan Galih mesinnya mati.

“Di saat hampir bersamaan datang KA Maharani jurusan Surabaya-Semarang dari arah timur dengan No Log CC 206,” cerita Kapolsek Pucuk AKP Siswoyo kepada wartawan Kamis (02/07/2020).

Karena jarak sudah sangat dekat dan laju kereta sangat cepat, kedua korban tak sempat keluar dari mobil, sehingga tabrakan tak terelakkan lagi.

“Karena kuatnya tabrakan Mobil korban terpental ke sebelah kanan rel kereta sejauh 15 meter,” tukas Siswoyo.

BACA JUGA :  Keberadaan Rismagor Petrokimia Gresik Sebagai Antisipasi, Dirut : Saya Berharap Tidak Ada Pasien

Mendengar benturan keras, sontak warga sekitar berusaha menolong penumpang mobil. Saat dievakuasi, Azam yang masih balita meninggal di Lokasi kejadian, Sementara Galih mengalami luka serius.

“Keduanya dibawa ke Rumah sakit Muhammadiyah Lamongan, sementara mobilnya dibawa ke Kantor Polsek Pucuk,”Ujar Emran, salah satu warga yang membantu evakuasi. (mkr)