Bertemu Wamendag, Emil Tawarkan Solusi Konkret Soal Sistem Resi Gudang

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menawarkan dua solusi kongkret dalam mengimplementasikan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di Jatim agar bisa berjalan lebih optimal.

BACA JUGA :  KH Masykur Hasyim, Kakak Ipar Gubernur Khofifah Wafat

Pertama, yaitu memanfaatkan potensi Puspa Agro sebagai BUMD untuk bisa membantu gudang-gudang yang belum optimal. Kedua, bersinergi dengan pengelola resi gudang yang sudah menjalankan SRG secara optimal.

“Nantinya, kedua solusi ini akan kami perdalam kembali agar SRG di Jatim berjalan optimal,” jelas Emil saat bertemu Wamendag RI Jerry Sambuaga di Surabaya, Rabu (9/6/2021) malam.

Emil menegaskan, tujuan dibangunnya SRG ialah untuk mensejahterakan petani. “Skema resi gudang punya potensi dan solusi bagi petani, utamanya saat harga tidak bersahabat,” tegasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data Bappebti, saat ini Kemendag telah membangun 123 gudang SRG yang tersebar di 105 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 23 gudang berada di Jatim yang tersebar di 17 kabupaten.

Dari 23 gudang itu, ada 15 gudang telah beroperasi dengan menerbitkan sebanyak 364 resi gudang senilai Rp. 96,61 miliar dan telah mendapatkan pembiayaan dari bank atau lembaga non bank senilai Rp. 56 miliar.

Sedangkan Jerry Sambuaga menyampaikan, ada sejumlah faktor kurangnya optimalisasi SRG di Jatim. Di antaranya soal pengelolaan, manajemen, kondisi gudang dan hal yang menjadi atensi lainnya seperti sosialisai dari pemerintah pusat maupun daerah kepada para petani terkait SRG.

“Karena mungkin masih ada masyarakat yang belum mengetahui konsep SRG ini. Bahkan mungkin ada yang sudah tahu tapi belum bisa memaksimalkan hal tersebut,” tuturnya.

Sesuai Permendag nomor 33 tahun 2020, setidaknya, ada 20 komoditas yang bisa di SRG kan. Yakni beras, kopi, teh, gula, gabah, garam, gambir, kakao, timah, lada, bawang merah, rumput laut, pala, kedelai, gula kristal, rotan, jagung, kopra, ikan dan ayam beku karkas. Beberapa komoditas ini bisa disimpan dengan jangka waktu 3-6 bulan. (mkr)