Bertahan di Tengah Pandemi, Mahasiswa Hidup dari Melukis * Biayai Kuliah dan Hidup Sehari-hari dari Tabungan Hasil Melukis

Reporter : Arifin - klikjatim.com

Imadudin, mahasiswa yang jago melukis.(Arifin/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Masa transisi bukan waktu terlarang untuk tetap berkarya. Ditemani cat oli, kuas, dan tiner, salah satu Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, Imadudin Al-Charis mulai mengerakkan tangannya di atas kaca 3 kali 4 cm persegi. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan pundi Rupiah agar tetap bisa membayar kuliah.

Selama ini, dia juga harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri sebagai seorang mahasiswa rantau yang terjebak pandemi Covid-19. Dia memanfaatkan bakat melukisnya dan menerima pesanan berbagai macam jenis lukisan kaca.

“Basanya terima permintaan lukis wajah, lukisan ulang tahun, wisuda, nikahkan, dan juga pajangan dinding rumah,” ungkap Imadudin saat ditemui di kosnya, Wonocolo Pabrik Kulit Surabaya.

Sudah sejak 2 tahun lalu, Imadudin menjadi seorang pelukis. Dia awalnya belajar secara otodikdak dan juga berlatih sedikit demi sedikit. Lama-lama dia semakin percaya diri dan menerima pesanan.

“Pesanannya tidak pasti, kadang 10 sampai 17 setiap bulannya,” ungkapnya.

Mahasiswa asal Gresik itu mengatakan, selama pandemi Covid-19 pesanan mengalami penurunan drastis. Hal tersebut juga membuat kebutuhan sehari-harinya terhambat.

BACA JUGA :  Operasi Gabungan, Polres Gresik Amankan Miras Oplosan

“Hanya 2 lukisan saja udah alhamdulilah,” ujarnya.

Untuk itu, Imadudin membuka tabungannya yang telah dia kumpulkan selama dua tahun terakhir. “Ya mengandalkan tabungan, tapi tidak tau lagi kalo sudah habis tabungannya,” paparnya.

BACA JUGA :  Kondisi Sampah di Metatu, Dibiarkan Menumpuk Hampir Separuh Badan Jalan

Selama ini, dia kuliah memang biaya sendiri dan mencoba hidup mandiri. Dia tidak mengandalkan uang dari rumahnya. “Selama ini ya mengandalkan tabungan dan penghasilan melukis untuk biaya hidup serta kuliah,” tandasnya. (bro)