Belum Pasti Berangkat, Calon Jamaah Haji Gresik Harus Tetap Lunasi Biaya dan Cek Kesehatan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Para jamaah haji yang sedang gagal berangkat di Bus. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik–Pemerintah belum memberikan kebijakan terkait pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) tahun 2020. Sebabnya, Arab Saudi masih belum membuka akses bagi para jamaah asal Indonesia dikarenakan persebaran virus corona atau covid-19.

Meski belum ada kepastian kebijakan pemberangkatan CJH tahun 2020, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik tetap melakukan tahapan proses pemberangkatan. Di antaranya dengan meminta para jamaah melunasi pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan pemeriksaan kesehatan.

BACA JUGA :  Sambang Daerah, DPW NasDem Jatim Keliling Santuni Anak Yatim

“Keputusannya memang belum turun, tapi pelunasan tetap kami lakukan mulai minggu terakhir bulan ini,” kata Staf Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik, Lulus, Kamis (12/3/2020).

Dijelaskan Lulus, pelunasan BPIH akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama, calon jamaah harus melunasi pada akhir Maret ini. Sementara tahap kedua, pelunasan dijadwal pada April hinga Mei.

“Meski tidak ada kepastian, yang penting kami laksanakan dulu prosesnya. Untuk keberangkatan tetap menunggu kebijakan. Sampai saat ini pun kami juga belum menerimanya,” jelasnya.

BACA JUGA :  PAD Melemah Waket Komisi II DPRD Gresik Minta Pemkab Fokus Pajak PBB

Selain Kemenag, persiapan keberangkatan CJH 2020 juga dilaksanakan tim Penyelenggara Kesehatan Ibadah Haji (TKHI) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Pasalnya untuk melunasi BPIH itu harus mengantongi hasil istitha’ah (kemampuan) atau keterangan sehat haji.

“Tahap I sudah selesai, ini sedang berjalan tahap II. Pemeriksaan tahap I ini meliputi pemeriksaan anamesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis, hingga penetapan tingkat resiko kesehatan,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr Ummi Khoiroh. (iz/mkr)