Belum Izin, Aktivitas PT Merak Jaya Beton di Pasuruan Dihentikan

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Petugas Satpol PP Kabupaten Pasuruan sedang memasang plang papan penyegelan di PT Merak Jaya Beton. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Pasuruan terpaksa harus menghentikan semua aktivitas pekerjaan PT Merak Jaya Beton (MJB) di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu (14/9/2022). Pasalnya, perusahaan tersebut belum mengantongi izin lengkap.

Kepala Satpol Pol PP Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana mengungkapkan, pihaknya sudah berulangkali melayangkan surat teguran kepada manajemen PT Merak Jaya Beton, karena izin operasionalnya sudah berakhir. Namun, pihak perusahan tidak pernah menggubrisnya. “Surat teguran sudah tiga kali kita layangkan ke pihak perusahaan, tapi tidak pernah dihiraukan,” kata Kasatpol PP. 

Karena pihak perusahaan dinilai tidak mempunyai iktikad baik, serta melampau waktu yang diberikan, sehingga akhirnya ditutup paksa. “Kita segel sementara sambil menunggu pihak perusahaan mengurus administrasi perizinan ke dinas terkait,” imbuhnya. 

Dijelaskan dia, operasional PT Merak Jaya Beton harusnya sudah berakhir setelah proyek stretegis nasional (PSN) pembangunan ruas Tol Pasuruan-Probolinggo sudah rampun sejak 2019 lalu.

Namun fakta di lapangan ternyata pabrik beton tersebut tetap melakukan aktivitasnya hingga tahun 2022. “Setelah proyek tol selesai, harusnya pabrik sudah bubar. Tapi, ini tetap beroperasi bukan untuk mendukung proyek strategi nasional,” ungkapnya.

Belum lagi masyarakat sekitar mengeluhkan dampak debu dari aktivitas pabrik dan menuntut adanya kompensasi.

Menurut Bhakti, sebelum pihaknya menutup pabrik bahwa masyarakat sudah melakukan aksi penyegelan sendiri terhadap bangunan pabrik dengan memasang kayu dan kain bertuliskan kalimat protes.

“Infonya pabriknya sudah mau pindah, kalau harapan kita segera pindah daripada melakukan aktivitas yang tidak jelas di sana,” pungkasnya. (nul)