Bawaslu Gresik Minta Kedua Kontestan Pilkada Serahkan Laporan Dana Kampanye Riil 

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Bawaslu saat tertibkan APK Paslon yang melanggar.Qomar/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Gresik –  Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik melakukan evaluasi kampanye yang dilakukan pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Gresik.  Hingga saat ini masa kampanye sudah berjalan lima puluh hari.  Kesimpulannya, secara substansi , kedua kontestan belum menyerahkan dana kampanye yang riil. 

BACA JUGA :  Gara-gara Bermasker Pemuda ini Diseret Polisi Gresik
Dalam laporan keuangan biaya kampanye yang dilaporkan kedua tim pemenangan dalam aplikasi sistem dana kampanye (sidakam), tercatat secara kumulatif biasa kampanye kedua Paslon mencapai Rp, 282.700.000. 
Namun Komisioner Bawaslu Kabupaten Gresik Syafi Jamhari menilai, jumlah nominal biaya kampanye di Sidakam tidak sesuai dengan yang di lapangan.
   “Melihat dan mencermati intensitas kegiatan kampanye semua metode, menghitung berdasarkan satuan harga biaya kampanye yang diterbitkan oleh KPU Gresik, biaya kampanye yang telah dikeluarkan kedua pasangan calon keseluruhan paling sedikit Rp, 2.095.975.00,” ungkapnya kepada klikjatim.com (19/11/2020).
Jamhari melanjutkan, Secara substansi, kedua pasangan calon pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2020 masih belum mematuhi laporan dana kampanye.  “Karena itu akan kami kirim surat himbauan agar melaporkan dengan semestinya,” ujarnya.
Selain itu, selama masa kampanye resmi dimulai, Bawaslu telah melayangkan surat peringatan sebanyak 17 kali.  “Itu pelanggaran protokol kesehatan dalam berkampanye,” ucapnya.
Sementara itu Bawaslu juga menurunkan ratusan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar titik pemasangan.
“Total ada 210 buah APK yang kami turunkan karena melanggar,” tukasnya. (rtn)