Basmi Hama Tikus, Petani di Lamongan Uji Coba Sebarkan Racun

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Warga dibantu sejumlah unsur berupaya membasmi hama tikus di sawah. (ist)

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Hama tikus sangat meresahkan para petani. Tak heran, beberapa upaya untuk membasminya terus dilakukan. Misalnya di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Para petani bersama Pemerintah Desa (Pemdes) setempat dibantu TNI dan Polri, melakukan uji coba dengan metode penyebaran racun mematikan di area persawahan, Jumat (4/10/2019). Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian serangan hama tikus.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kecamatan Tikung, Sawin mengatakan, metode pengendalian hama tikus yang dilakukan adalah pengumpanan terlebih dahulu. Karena saat ini masih musim kemarau.

BACA JUGA :  Sedikit Lagi Sidoarjo Masuk Zona Kuning, Operasi Prokes Covid-19 Masih Gencar Dilakukan

“Metode yang digunakan dengan mencampur beras dan minyak goreng, serta rodentisida. Lalu, ditebarkan ke lahan sawah yang banyak tikusnya,” terang Sawin.

Namun perlu diketahui, bahwa reaksi racun ini tidak langsung membuat tikus mati. Tetapi diperkirakan masih butuh waktu antara lima sampai tujuh hari. “Daya bunuh racun ini sangat bagus sekali, meskipun hanya memakan sebutir beras saja,” lanjutnya.

Bagusnya sistem kerja racun ini, juga bisa membasmi induk dan anak-anak tikus yang sedang menyusu. “Ketika induknya sudah memakan beras tersebut, maka anaknya yang masih menyusu akan ikut mati. Inilah keunggulan dari rodentisida, lain halnya dengan yang kontak secara langsung,” jelas Sawin.

Insinyur Pertanian tersebut mengungkapkan, jenis racun seperti ini jarang sekali digunakan oleh petani. Sebab bangkai tikus tidak kelihatan secara kasat mata, namun berada di sarang-sarangnya.

“Serangan hama tikus ini sudah bertahun-tahun menghantui para petani di Lamongan. Sehingga antisipasinya harus dilakukan pemberantasan secara massal, agar populasinya berkurang,” katanya.

BACA JUGA :  Mayat Perempuan Mengapung di Bengawan Solo Bojonegoro

Dia berharap, upaya pengendalian hama tikus ini tidak hanya dilakukan di Kecamatan Tikung saja. Tapi, juga bisa diterapkan di 27 kecamatan se Kabupaten Lamongan. Sehingga hama tikus yang sering menjadi permasalahan para petani dapat dikendalikan.

Sementara itu, Sarmin (62), petani Desa Bakalanpule mengaku, merasa senang dengan adanya kegiatan pengendalian hama tikus tersebut. “Kegiatan ini pertama kali diadakan di Desa Bakalanpule dan saya rasa sangat membantu sekali untuk petani. Karena serangan hama tikus sudah sangat merajalela di sini,” bebernya.

Kepala Desa Bakalanpule, Zamroni mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mencarikan solusi terkait permasalahan hama pertanian di wilayahnya. “Semoga langkah seperti ini bisa menjadi solusi bagi para petani, khususnya bagi petani yang ada di Desa Bakalanpule,” tandasnya. (bis/roh)