Banyak Alquran di Masjid dan Musala Rusak, KUA Sooko Cetuskan Program Wakaf

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Salah satu pengantin melakukan wakaf Alquran. (ist)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Para calon pengantin wajib wakaf alquran usai menikah. Ketentuan ini diterapkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Sooko, Ponorogo, sebagai wujud rasa syukur atas pernikahan masing-masing. 

Dan sampai sekarang dalam suasana Ramadan ini, total sudah 200 alquran yang terkumpul dari hasil wakaf. Semua itu langsung dibagikan ke masjid-masjid di wilayah Kecamatan Sooko.

Kepala KUA Sooko, Meky Hasan Tachtarudin mengatakan, program ini ada sejak Maret 2022 lalu. “Sudah ada ratusan. Hampir 200 alquran bersumber dari calon pengantin dan masyarakat yang peduli terhadap wakaf alquran. Kami bagikan saat Ramadan,” ujar Meky, Kamis (7/4/2022).

Dia menerangkan bahwa program wakaf alquran ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat. Termasuk calon pengantin terhadap keberadaan alquran di masjid-masjid.

Menurutnya, hal ini merupakan program yang baik dan bermanfaat bagi jemaah masjid serta masyarakat. 

Adapun kemunculan ide ini bermula saat pihak KUA silaturahmi ke masjid dan musala. Nah, para jemaah serta takmir kerap menanyakan apakah ada stok alquran di KUA? Sebab di masjid dan musala sudah banyak yang rusak.

Dari diskusi itu, kata dia, KUA berkoordinasi dengan Camat dan Kepala Desa untuk menjembatani kebutuhan masjid atau musala tentang alquran dan membuat program wakaf alquran tersebut. Camat serta Kepala Desa juga merestui program dari KUA Sooko ini. 

Menurutnya, calon pengantin tidak perlu mewakafkan alquran dalam bentuk baru. Yang paling penting masih layak dibaca. Yaitu jumlahnya 2 buah yang masing-masing dari pengantin pria 1 alquran dan mempelai wanita 1 alquran. 

Sementara, salah satu pengantin, Puguh Hari Widianto mengaku senang bisa turut memberikan wakaf alquran. “Alhamdulillah, semoga bisa berguna untuk jemaah masjid dan bermanfaat,” imbuh Puguh. 

Selain membagikan wakaf alquran, KUA Sooko juga membagikan nomor induk masjid dan musala se-Kecamatan Sooko. Tujuannya, untuk mempermudah pengawasan serta pengajuan bantuan ke pemerintah. (nul)