Bantuan untuk 11.000 Nelayan di Gresik Belum Jelas

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik—Nasib para nelayan di Kabupaten Gresik belum jelas di tengah pandemi covid-19 atau virus corona. Belum ada kepastian dari pemerintah terkait bantuan yang akan diterima ribuan nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik Choirul Anam mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan atau petunjuk skema bantuan apa yang akan diberikan kepada para nelayan di tengah pandemi covid-19. Sementara ini, pihaknya hanya diminta Pemprov Jatim sebatas melakukan pendataan jumlah nelayan di Kabupaten Gresik.

BACA JUGA :  Samsung Financing Luncurkan Promo Triple & Double 0

“Nanti keseleuruhan data dari provinsi akan disetorkan kepada pemerintah pusat,” katanya kepada klikjatim.com, di Gresik, Senin (13/4/2020).

Choirul mengatakan, sebelumnya ada informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) para nelayan akan diberikan bantuan. Namun, secara pastinya dan resmi belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat.

“Semoga ada bantuan dari pemerintah kepada para nelayan, minimal ada bantuan sembako,” ujarnya.

Di Kabupaten Gresik ada sekitar 11.000 nelayan yang tersebar di Kecamatan Panceng, Ujung Pangkah, Bungah, Manyar, Gresik Kota, Kebomas dan dua kecamatan di Pulau Bawean. Rinciannya, 7.000 nelayan aktif melaut dua hari sekali. Sementara 4.000 nelayan lainnya melaut satu kali hingga dua kali dalam seminggu.

BACA JUGA :  Vaksinasi di Jatim Lambat, hingga Juli 2021 Baru 10 Juta Warga Terima Vaksin

Selema pandemi covid-19 ini, hasil tangkapan ikan para nelayan harganya anjlok. Nelayan tak sanggup lagi melaut, sebab biaya melaut tak sebanding dengan harja jual ikan.

“Harga ikan tongkol sebelumnya Rp 25 ribu per ekor. Sekarang tinggal Rp 10 ribu,” kata Ali Luhan, seorang nelayan asal Kecamatan Sangkapura, Kepulauan Bawean, Gresik. (mkr)