Bantuan Uang PKH di Duduksampeyan Gresik Disunat

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Beberapa Kartu Keluarga Sejahtera milik warga di wilayah Duduksampeyan. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Uang bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Kecamatan Duduksampeyan, Gresik diduga ada penyunatan. Modusnya, oknum pendamping melakukan penarikan uang milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan hak dari penerima hanya diberikan sebagian.

BACA JUGA :  Diseruduk Truk Molen Dua Pengendara Motor Bojonegoro Tewas

Misalnya di Desa Petisbenem. Hak beberapa penerima PKH terungkap tidak diserahkan utuh. “Yang mengambilkan (penarikan) dari pendamping PKH,” ungkap seorang KPM yang menolak namanya untuk disebutkan.

Dijelaskan, awalnya para penerima PKH di wilayah setempat mengambil sendiri uangnya di mesin ATM atau di sebuah toko modern, dan agen BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Tapi sejak mulai merebaknya kasus virus corona di Indonesia, mekanisme pengambilan itu diarahkan ke agen saja.

“Semuanya disuruh mengambil ke agen, dan dilarang ambil di Alfa (toko modern). Kami dimarahi kalau sampai mengambil uangnya di sana,” paparnya.

Menurutnya, ketika waktu pencairan semua KPM diminta berkumpul di rumah agen. Lalu melakukan pencairan. Hal ini berlangsung beberapa bulan. 

Kemudian dengan dalih kasus Covid-19 yang semakin parah, pendamping PKH mengeluarkan kebijakan baru lagi. Oknum pendamping PKH ini meminta kartu beserta PIN masing-masing KPM dan melakukan penarikan.

“Dia (oknum PKH) yang mendatangi ke rumah-rumah KPM dan meminta kartunya kepada penerima. Pin-nya disuruh nempel di depan kartu,” tuturnya.

Setelah itu barulah dilakukan penarikan oleh oknum pendamping PKH tersebut. Dan, uang yang diberikan kepada KPM tidak seperti biasanya. Diakui memang berkurang.

Besaran pemotongan variatif. Bisa mencapai Rp 200 ribu lebih. Sedangkan yang diterima oleh KPM lebih sedikit.

“Waktu itu sempat ada yang protes, sehingga bulan berikutnya uang yang diberikan sedikit lebih banyak. Dan alasan terkait adanya pengurangan ini karena sedang ada pembaruan data, yaitu tahun ajaran baru,” bebernya.

Anehnya lagi, setelah mulai banyak yang protes tiba-tiba uang tersebut dikembalikan penuh oleh oknum pendamping PKH. Ketika itu disampaikan dengan alasan, kekurangan uang sebelumnya bukan hilang tapi terkunci sistem bank.

Sementara itu, Koordinator PKH Gresik Lestari Widodo menegaskan, pendamping maupun agen tidak dibenarkan memegang kartu keluarga sejahtera (KKS) beserta pinnya. Kecuali dalam hal urgent seperti kasus kartu bermasalah (diblokir), atau penerima belum usia dewasa.

“Dan pemotongan dengan dalih apapun di bansos (bantuan sosial) tidak diperkenankan,” tandasnya.

Memang diakui selama pandemi Covid-19 untuk pencairan dilakukan per bulan. Dan sebelumnya cair per triwulan. “Mulai Juni kemarin dicairkan per bulan jadi kalau tiga perbulan bisa banyak, ini per bulan sehingga (nominal) sedikit,” lanjutnya. (nul)