Bantu Kesehatan Hingga Pendidikan Yatim Piatu Akibat Covid-19, Pemkab Tulungagung Sedikit Anggaran Ratusan Juta

Reporter : Iman - klikjatim.com

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Pemkab Tulungagung menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19. Total anak yatim piatu yang mendapatkan bantuan ada sebanyak 65 orang.

BACA JUGA :  Kepala Desa Cerme Lor Dorong Warganya Tak Abaikan JKN-KIS

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, data puluhan anak yatim piatu tersebut bisa bertambah. Sebab pandemi ini belum selesai.

“Ini data kita per 13 September, artinya bisa nambah nanti di kemudian hari,” ujar Maryoto saat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (15/9/2021).

Untuk bantuan yang diberikan terkait pemenuhan bidang kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), pelayanan psikososial hingga pelayanan pendidikan. Selain itu, juga ada infaq berkelanjutan.

“Mulai dari kesehatan, pelayanan adminduk, kemudian sampai infaq berkelanjutan akan kita bantu,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Tulungagung, Maryani mengatakan, pihaknya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah menyiapkan berbagai bantuan untuk yatim piatu ini.

Salah satunya berupa pelayanan kesehatan yang langsung ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes). Begitu pula soal pendidikan anak yatim piatu yang akan melibatkan Dinas Pendidikan (Dispendik).

“Ini kan kerja bersama, untuk pelayanan kesehatan ya nanti dinkes yang akan memberikan. Untuk pelayanan adminduk nanti dari Capil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil),” ucapnya.

Anggarannya nanti disiapkan tergantung masing-masing OPD. Total sekitar ratusan juta rupiah.

Maryani mencontohkan untuk yatim piatu yang masih duduk di bangku SD akan mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp 210 ribu per bulan. Sedangkan pelajar SMP mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp 270 ribu per bulan dan jenjang SMA sebesar Rp 300 ribu perbulan hingga akhir tahun ini.

“Anggarannya melekat di masing-masing OPD. Yang pasti ya jelas sampai ratusan juta,” pungkasnya. (nul)