Bank Indonesia Puji Strategi Banyuwangi Pulihkan Ekonomi

Reporter : Apriliana Devitasari - klikjatim.com

Kepala Perwakilan BI Jember dan Bupati Banyuwangi tinjau UMKM di Banyuwangi

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi  – Bank Indonesia (BI) mengapresiasi berbagai strategi dan upaya Pemkab Banyuwangi dalam memulihkan ekonomi, terutama terkait usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA :  Tarif GBT Surabaya Direncanakan Naik Rp 444 Juta Perhari

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember Hestu Wibowo mengatakan, pemerintah daerah harus berinovasi mengarahkan pemulihan perekonomian, karena tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial saja mengingat kemampuan anggaran pemerintah juga terbatas.

“Program-program yang dilakukan seperti Banyuwangi ini melengkapi program nasional yang telah ada, yaitu dengan mendorong perekonomian sektor mikro berjalan. Apa yang dilakukan Pemkab Banyuwangi ini menumbuhkan optimisme bahwa ekonomi bisa segera pulih,” katanya.

Dia mencontohkan program Hari Belanja ke Pasar Tradisional dan UMKM yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Program ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional,” kata Hestu Wibowo, yang bahkan ikut turun langsung melihat gerakan Hari Belanja ke Pasar Rakyat dan UMKM, di Pasar Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, Minggu (6/6). 

Hari Belanja ke Pasar dan UMKM adalah kebijakan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk membantu pemulihan ekonomi lokal. Gerakan ini diikuti ribuan ASN, BUMN, BUMD, swasta, dan berbagai komunitas. Di setiap bulan “tanggal cantik”, seperti hari ini 6 Juni 2021 (6/6/2021), ribuan orang berbelanja ke pasar dan gerai UMKM. Sebelumnya, gerakan serupa digelar 4 April (4/4/2021) dan 5 Mei (5/5/2021).

“Jadi memang ada strategi taktis jangka pendek dan jangka menengah-panjang. Jangka pendeknya dengan secepat mungkin membuat dagangan pasar dan UMKM laku, seperti dengan Hari Belanja. Lalu jangka menengah-panjang dengan berbagai pemberdayaan,” jelas Bupati Ipuk.

Hestu mengatakan, tidak hanya ekonomi sektor formal saja yang terdampak, melainkan perekonomian sektor informal seperti pasar tradisional dan UMKM juga terdampak pandemi covid-19. Sehingga program ini bisa dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro. 

“Ayo jangan hanya belanja di pasar modern. Tapi juga belanja di pasar tradisional dan UMKM, karena omset mereka juga turun karena pandemi, sehinga perekonomian mereka juga bisa segera pulih,” kata Hestu. 

Hestu juga mengapresiasi berbagai program pemulihan ekonomi lainnya seperti UMKM Naik Kelas, Warung Naik Kelas, bantuan alat usaha, ongkir gratis UMKM ke seluruh Indonesia, dan lainnya. Hestu menambahkan, pemulihan ekonomi juga harus memperhatikan protokol kesehatan, seperti misalnya pembayaran non tunai yang meminimalisasi kontak langsung. (rtn)