Banjir Tahunan, Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik : Penanganan Sudah Menjadi Keharusan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Nur Qolib saat mengecek ke beberapa titik banjir di Gresik. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Bencana banjir akibat luapan air sungai Kali Lamong terjadi lagi. Di Kabupaten Gresik banjir melanda sejumlah kecamatan di wilayah selatan.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyebutkan, banjir kali ini merendam sebanyak 17 desa. Semuanya tersebar di tiga kecamatan mulai dari Cerme, Benjeng dan Balongpanggang.

“Banjir akibat luapan sungai Kali Lamong ini sudah langganan setiap tahun. Sehingga penanganan masalah banjir ini sudah menjadi keharusan, yang tidak bisa ditunda-tunda lagi,” menurut Nur Qolib, politisi senior PPP kepada Klik Jatim, Selasa (7/1/2020).

BACA JUGA :  Kunjungi Sampang, Gubernur Jatim Temui Ulama dan Tokoh Masyarakat

Katanya, tanggungjawab dalam penanganan ini bukan hanya di daerah saja. Tetapi menjadi keharusan bagi pemerintah secara menyeluruh mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten.

“Jadi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten harus mewujudkan tanggungjawab sesuai kewajiban dan kewenangan masing-masing,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskannya, dalam penanganan harus benar-benar terencana. Misalkan penanganan jangka pendek pada tahun 2020 ini, Pemda Kabupaten Gresik harus lebih mengoptimalkan program normalisasi anak sungai dan drainase di semua jalur yang menjadi kewenangannya.

Untuk rencana jangka menengah bisa membuat sudetan dan penampungan atau waduk. Sehingga airnya juga bisa berfungsi sebagai irigasi saat musim kemarau.

Sedangkan rencana jangka panjangnya adalah program nasional. Yaitu melakukan penanggulangan dengan anggran yang sudah direncanakan sekitar Rp 2 triliun.

BACA JUGA :  Waduh, Pemakaman Jenazah Covid-19 di Ponorogo Tertukar

“Inilah PR (pekerjaan) yang saya sampaikan dalam sambutan penutupan, akhir masa jabatan saya sebagai pimpinan dewan periode 2014-2019,” tandas mantan Wakil Ketua DPRD Gresik tersebut.

Selanjutnya dari hasil pantauan di lapangan terdapat anak sungai yang ditutup proyek tol. Tapi saat ini belum dibongkar, sehingga air tidak lancar dan meluap.

“Saya sudah mengecek ke lokasi langsung,” tambahnya. (iz/nul)