Banjir Susulan Rendam 17 Desa di Gresik, TNI-Polri Ikut Turun Berikan Bantuan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo saat membagikan nasi bungkus kepada korban banjir di Desa Deliksumber, Benjeng. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Luapan air dari sungai Kali Lamong kembali merendam sejumlah kecamatan di wilayah Gresik Selatan, Selasa (7/1/2020). Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, total ada 17 desa dari tiga kecamatan terendam banjir susulan kali ini.

Antara lainnya di Kecamatan Balongpanggang meliputi Desa Banjaragung, Desa Pucung, Desa Wotansari, Desa Sekarputih, serta Desa Karang Semanding. Di Kecamatan Benjeng terjadi di Desa Delik Sumber, Desa Kedungrukem, Desa Karangan Kidul, Desa Banter, dan Desa Munggugianti. Sedangkan di Kecamatan Cerme melanda Desa Guranganyar, Desa Sukoanyar, Desa Dadapkuning, Desa Dungus, Desa Morowudi, Desa Dampaan, serta Desa Iker-iker Geger.

Ketinggian genangan mulai 20 centimeter sampai 120 centimeter. Selain menggenang di beberapa akses jalan, air juga masuk ke rumah-rumah warga dan merendam area persawahan.

BACA JUGA :  Pulihkan Listrik di NTT, PLN UID Jatim Kirim 40 Relawan

“Kami akan terus bekerja sama dan koordinasi dengan muspika dan aparat desa terdampak untuk melakukan evakuasi hingga distribusi logistik kepada korban terdampak,” ujar Kepala BPBD Gresik, Tarso kepada awak media.

Tidak hanya petugas dari BPBD. Pantauan di lapangan, sejumlah instansi lain seperti TNI dan Polri juga ikut berbondong-bondong memberikan bantuan kepada para korban banjir di Gresik.

Misalnya di Kecamatan Benjeng, Polres Gresik memberikan bantuan sembako dan nasi bungkus hingga pelayanan kesehatan gratis. Tampak Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo bersama Bhayangkari, dan beberapa relawan menyusuri banjir. Sebagian rombongan menaiki perahu karet sambil bagi-bagi makanan kepada warga yang masih tetap bertahan di rumahnya.

“Ada empat perahu karet yang diturunkan untuk membantu proses evakuasi warga korban banjir yang ingin dievakuasi. Namun mayoritas warga tidak ingin dievakuasi, karena masih ingin bertahan di rumah,” kata Kapolres AKBP Kusworo.

BACA JUGA :  Dapat Jatah Lebih Banyak Daripada Usulan, Pemkab Probolinggo Buka Lowongan 3.374 Guru PPPK

Dia pun mengimbau kepada warga agar secepatnya meninggalkan rumah, ketika volumen air semakin meningkat. Hal ini demi keselamatan warga terdampak.

“Kami dari kepolisian juga ada anggota yang berpatroli ke wilayah-wilayah terdampak banjir. Dan bagi warga yang sakit bisa langsung menuju posko, karena kami mendirikan posko siap tanggap bencana yang di dalamnya ada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Gresik untuk mengecek kesehatan warga, serta menyediakan obat-obatan dan vitamin,” pungkas perwira polisi dengan pangkat dua melati di pundak tersebut. (iz/nul)