Banjir Sampang Tak Cepat Teratasi, Ini Temuan Wagub Emil di Lapangan

Reporter : Suryadi Arfa - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Surabaya  –  Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak  melakukan sidak  banjir di Sampang Madura. Temuannya, penyebab banjir tak segera teratasi lantaran mesin pompa macet.  “Genset yang ada tak bisa nyala. Teknisinya tidak kompeten. Kita deadline satu kali 24 jam pintu air harus terbuka bagaimana caranya,” tegas Emil Dardak.

BACA JUGA :  Lika-liku Polisi Sampang Bekuk Kurir 1,2 Kg Sabu-sabu

Mesin pompa ini milik Satuan Unit Siaga Banjir, Dinas PU Sumber Daya Air Pemprov Jatim.  Sedianya digunakan mengatasi bencana banjir di sejumlah ruas utama Kota Sampang. Akibatnya sejumlah kawasan luapan sungai Napo, masih menggenangi rumah dan sawah warga.

Ternyata pintu air di rumah pompa Desa Panggung (Deg Bukor) tidak berfungsi maksimal, bahkan pompa mobile yang disediakan tidak mampu mengurangi volume luapan air. Akibatnya, rumah dan persawahan warga terendam.

Parahnya, teknisi yang disiapkan untuk keperluan mendesak di daerah terdampak tidak memahami dan tidak kompeten.

Di tempat yang sama, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mendesak Pemprov Jatim sesegera mungkin melakukan tindakan terhadap pintu air itu, karena kondisi masyarakat terdampak banjir kian bertambah.  “Yang lain sudah normal. Tersisa pintu air Deg Bulor ini karena pintu air tidak berfungsi,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa masyarakat tidak mau tahu kelalaian dan ketidakprofesionalan petugas, serta teknisi yang tidak kompeten.

Untuk itu pihaknya berharap kerjasama yang baik dengan masyarakat, untuk saling menjaga agar tidak ada barang yang hilang.  “Jangan sampai mesin pompa tidak bisa digunakan saat banjir,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada Rabu hingga Kamis (10/12/2020) mulai dari pagi hujan turun di kawasan Sampang Madura, selama dua hari dua malam.

Akibat diguyur hujan beberapan jam or air sungai Kemuning meluber. Banjir ke mana mana. Mulai Jalan Trunojoyo, Jalan Rajawali, Jalan Pemuda, Jalan Sikatan, Terminal Jalan Teuku Umar, Jalan Pemuda, Area Monumen dan banyak lagi titik banjir di persawahan dan rumah penduduk. (hen)