Banding Persibo Gagal, CEO Persibo: Putusan Ini Pesanan, Bukan Produk Hukum

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

CEO Persibo Bojonegoro, Abdullah Umar

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Manajemen Persibo Bojonegoro telah mengajukan banding kepada PSSI Jawa Timur ( Jatim ), namun, banding yang di ajukan oleh Persibo ditolak. Hal tersebut setelah sidang putusan komite banding Asprov PSSI Jatim mengeluarkan keputusan nomor : 01/Komding/PSSI-Jatim/XII/2021 Tanggal 05 Desember 2021.

[irp]

Sidang tersebut dihadiri oleh Ketua, Anthony Leroy John Ratag, Wakil Ketua, Or. Nuryanto A. Daim. Lalu Anggota, M. Yusron Marzuki, Bobby Wijanarko dan Arifan Wibisono.

Dalam putusan tersebut CEO Persibo Bojonegoro Abdullah Umar mengutuk keras atas putusan yang diberikan kepada Persibo.

“Kami sangat kecewa, saya menduga ini bukan produk hukum yang dikeluarkan, tapi produk pesanan,” kata Umar kepada klikjatim.com, Minggu (5/12/2021) malam. 

Ia menjelaskan, dalam sidang tersebut pihak Komite banding Asprov PSSI Jatim dalam mengacu hukum tidak sesuai dengan apa yang dialami Persibo. Mereka mengacu kepada Porprov Jember yang waktu itu mulai dari awal sudah keliru baju, namun Persibo berbeda, saat babak pertama belum tertukar dan babak kedua tertukar dan tidak ada unsur kesengajaan.

“Setelah itu, kami langsung melapor ke pengawasan pertandingan dan katanya tidak masalah,” imbuhnya

Menurutnya, setelah banding ini ditolak pihak manejemen langsung akan mengirimkan PK (peninjauan kembali) ke komite yudisial PSSI, ke komite etik, bahkan melaporkan masalah ini ke PSSI Pusat.

“Ini sudah menciderai sportifitas, kami hari ini langsung akan mengirimkan itu, karena waktu kita hanya sedikit,” ujarnya

Sementara dalam putusan itu tertulis MEMUTUSKAN
1.Menyatakan menerima permohonan banding dari pemohon sdr. Abdulloh Umar, S.Pd selaku CEO/Ketua Umum Klub Persibo Bojonegoro, 2. Menguatkan putusan Komite Disiplin Asprov PSSI Jawa Timur, Nomor: 03/Komdis/PSSI-Jaklub/XII/2021, dengan perbaikan sepanjang amar putusan mengenai kewajiban membayar denda sebesar Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

MENGADILI SENDIRI
1. Menyatakan Klub Persibo Bojonegoro telah bersalah memainkan pemain tidak sah, karena menggunakan identitas, yang tidak sesuai dengan nomor punggung yang didaftarkan kepada Asprov PSSI Jawa Timur, dan tidak sesuai dengan daftar susunan pemain (DSP), sebagaimana dimaksud pasal 56 Kode Disiplin PSSI 2018.

2. Menghukum Klub Persibo Bojonegoro dengan sanski dinyatakan kalah 0-3 pada pertandingan antara Klub Persibo Bojonegoro melawan Mitra Surabaya pad tanggal 2 Desember 2021, di stadion Gelora Joko Samudro di Gresik, sesuai dengan Pasal 28 Kode Disiplin PSSI 2018 dengan sanksi denda sebesar Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah). Dan ke,
3. Memerintahkan kepada sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur, untuk memberitahukan keputusan ini. (bro)