Bandar SS Residivis Kembali ke Pangkuan Penyidik Satreskoba Polres Gresik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Residivis kasus narkoba Muhammad Jimmy Iskandar, asal RT 4 RW 1 Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang tidak juga kapok. Baru keluar dari lembaga pemasyarakatan (Lapas), ia kembali berulah dengan menjadi pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Gresik Selatan. Tidak tanggung-tanggung, pemuda berusia 23 tahun itu bahkan termasuk bandar sabu jaringan Lapas Porong-Sidoarjo.
BACA JUGA :  Sapi Warga Camplong Kluyuran Selama 2 Hari di Tengah Hutan
Di Gresik, tersangka tinggal di sebuah kos-kosan RT 4 RW 1 Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng. Ia berhasil diringkus setelah sebelumnya polisi berhasil membekuk dua pengecer sabu yang mengambil barang darinya.
Buntutnya, Jimmy digerebek saat berada di rumah kosnya, Jumat (8/11) siang. Ia tidak berkutik setelah polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa dua poket sabu seberat 1 gram dan satu buah pipet kaca berisi kristal putih sabu dengan berat 2,08 gram siap edar.
“Kami juga mengamankan satu set alat isap berupa botol minuman plastik yang terdapat dua lubang berikut sedotan dan satu buah HP yang digunakan untuk peredaran gelap sabu, pelaku juga menyediakan tempat kos untuk konsumsi barang haram tersebut,” ungkap Kasatreskoba Polres Gresik, AKP Hery Kusnanto, Selasa (12/1/2021). 
Tersangka langsung digelandang ke Mapolres Gresik untuk mempertanggungjawabkan ulahnya. Di hadapan penyidik, pemuda lulusan SMA itu mengakui semua perbuatannya. Tersangka mengaku tergiur untung besar hasil penjualan sabu.
Usut punya usut, Jimmy merupakan mantan narapidana kasus narkotika di Polres Jombang. Tersangka diketahui baru keluar dari Lapas, namun sudah kembali beraksi.
“Tersangka ini pengedar sabu jaringan lapas. Sabu tersebut didapatkan dari rekannya di Lapas Porong-Sidoarjo,” beber Hery.
Kini, karir Jimmy sebagai bandar sabu harus bermuara kembali di balik jeruji besi penjara. Ia kini mendekam di balik Rutan Mapolres Gresik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,”