Awasi Murid dari Rumah, Guru SD YIMI Bekali Siswa dengan Program Laporan Harian

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Guru kelas atau Wali Kelas V PI 2 SD YIMI, Sri Wahyuni saat memutarkan video kreatif di sela-sela jam Ismavi. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Siswa di Sekolah Dasar (SD) Yayasan Malik Ibrahim (YIMI) terus melakukan pola pembelajaran full day school. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, namun proses pembelajaran tetap dilakukan maksimal. Misalkan dengan membekali setiap peserta didik dengan laporan harian secara online, yang sebelumnya dilakukan melalui buku laporan.

BACA JUGA :  Sowan ke KH Asep Saifuddin, Dokter Anis: Alhamdulillah Beliau Merestui Saya

Laporan harian ini salah satu metode pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah yang berada di Jalan Kyai H. Agus Salim, Sumberrejo, Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Salah satu tujuannya sebagai upaya untuk mengawasi kegiatan siswa saat di luar sekolah.

Kepala Sekolah SD YIMI, Abdul Adhim melalui Koordinator Bidang Kurikulum II SD YIMI Gresik, Sri Wahyuni mengatakan, meski sudah mulai pembelajaran tatap muka (PTM) namun laporan harian ini secara online ini tetap dilakukan karena masih pandemi Covid-19. “Laporan harian pakai Google form, sebelumnya buku. Guru kirim setelah isya, setiap hari dan ada rekapan dari beberapa laporan siswa sampai 1 bulan,” kata Sri Wahyuni, Kamis (7/10/2021).

Dia pun mencontohkan isi dalam laporan harian itu diantaranya ada beberapa kegiatan yang harus diisi oleh para siswa. Mulai kegiatan ibadah ubudiyah salat lima waktu, sampai bermain game atau bermain di Rumah.

Sri Wahyuni menunjukkan program laporan harian melalui Google form kepada siswa SD YIMI. (Faiz/klikjatim.com)

“Kalau sebelum Covid-19 dikumpulkan ke wali kelas, tandatangan. Tapi, sekarang controling online semuanya dari kegiatan lepas di luar sekolah,” jelasnya.

Selain itu, wali kelas juga berinteraksi dengan siswa dan wali murid melalui grup WhatsApp. Tujuannya untuk mempercepat informasi dan tugas siswa.

Pada saat di sekolah, siswa juga diimbau membawa dompet sehat. Yang berisi alat protokol kesehatan (prokes) seperti hand sanitizer, masker dan lainnya.

Selanjutnya, juga diungkapkan selama bulan Oktober ini siswa SD YIMI sudah bisa memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, Yaitu dengan tambahan jam pelajaran 4 jam yang sebelumnya hanya 2 jam.

“Kelas 4 sampai 6 mulai jam 07.00 sampai 11.30 WIB. Yang kelas 1 sampai 3 mulai jam 07.00 sampai jam 11.00 WIB,” ujarnya.

PTM dengan durasi 4 jam tersebut tetap ada jam istirahat 30 menit. Yang menarik saat jam istirahat, ada program Ismavi (Istirahat Makan dan Video).

Sri Wahyuni juga menerangkan, fasilitas kantin di area sekolah juga sudah tersedia untuk para siswa yang sedang istirahat. Dengan begitu, para siswa bisa terus dipantau dan tidak perlu keluar area sekolah lagi. Bahkan para penjaga kantin pun bisa menjajakan makanan ke siswa dengan langsung atau door to door ke kelas-kelas.

Suasana kelas SD YIMI saat PTM dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker hingga menjaga jarak (Faiz/klikjatim.com)

“Serta ada pemutaran video pendek tentang seni kreatif, ada lagu, serta video pembuatan seni karya kreatif. Agar siswa tidak suntuk dalam kelas,” bebernya.

Untuk para guru juga sudah terjadwal terkait jam masuk kelasnya hingga pemberian pelajaran kepada para siswa saat ismavi tiba.

Wali Kelas V Putri (PI) 2 ini menambahkan, PTM durasi 4 jam ini sesuai rekomendasi mayoritas wali murid. Karena tidak sedikit wali murid di SD YIMI adalah para pekerja, sehingga mempunyai waktu sedikit untuk mendidik anak-anaknya di Rumah.

“Tidak ada pekerjaan rumah (PR), tugas diselesaikan di kelas, dan kegiatan YIMI mengaji habis Maghrib secara zoom. Yang dibaca juz 30 untuk hari Senin sampai Kamis. Jumat waktunya (baca) Yasin, waqiah dan Almulk. Kegiatan ini sifatnya tidak wajib tapi sunnah muakad dianjurkan dari Sekolah. Alhamdulillah banyak yang ikut, yang memang sudah dimulai sistem daring saat pandemi Covid-19,” terangnya.

Selain itu, di SD YIMI juga ada pembinaan sains, matematika, TPQ dan tahfidz pada hari Sabtu. (nul)